Ini dia Bahayanya Kebohongan Berjamaah!

Joseph Goebbels, menteri Propaganda NAZI pernah mengatakan “Kebohongan yang dilakukan secara terus-menerus akan bisa dianggap sebagai sebuah kebenaran. “ George Carlin juga mengatakan “Jangan meremehkan kekuatan dari kumpulan orang bodoh dalam jumlah banyak.” Saya merasa kedua ungkapan ini ada benarnya juga jika dibandingkan dengan kenyataan politik Indonesia saat ini.

Dusta masif yang mereka tebarkan untuk merongrong pemerintahan sekarang adalah isu PKI, kafir, syiah, komunis, antek China dan sebagainya. Dan kebohongan ini disebarkan secara masif, sistematis dan terstruktur untuk menggoyang pemerintahan Jokowi yang sekarang.

Jokowi yang jelas-jelas muslim pribumi dibilang keturunan PKI dan kafir, Djarot yang pribumi dan sudah haji malah dilempari pake botol aqua dan diusir dari masjid sedang Prabowo yang berasal dari latar belakang keluarga non muslim dan non pribumi justru dibilang sebagai “titisan Allah” dan dibela mati-matian serta menganggap Pilpres 2014 sebagai medan jihad / perang suci.

Selain itu Prabowo sebenarnya adalah keturunan Benyamin Thomas Sigar alias Tawajln Sigar yang merupakan tetua keluarga di Langowan, Minahasa Utara yang pernah menjadi kapiten Belanda untuk menumpas pasukan Pangeran Diponegoro. Ayah Prabowo yaitu Sumitro Djoyohadikusumo juga pernah ikut menjadi pemberontak PRRI / Permesta bahkan sempat melarikan diri ke luar negeri selama 10 tahun.

Saya sendiri bukan anti Prabowo dan masa lalu keluarganya sebagai pengkhianat dan pemberontak dan masa lalunya sebagai penculik mahasiswa juga sudah berlalu. Tapi yang saya tidak habis pikir mengapa mereka seolah menutup mata terhadap fakta-fakta tersebut dan memperjuangkannya mati-matian serta memfitnah secara keji terhadap Jokowi, Ahok dan Djarot? Silakan berpolitik tapi hendaklah bersikap wajar saja dalam berpolitik.

Mereka sebenarnya hanya memanfaatkan ambisi pribadi Prabowo sebagai Presiden dan ambisi Anies sebagai Gubernur DKI tapi agenda besar mereka yang sebenarnya adalah mengganti Pancasila dan NKRI menjadi Negara Agama yang sesuai dengan pandangan kelompok mereka saja. Prabowo dan Anies hanya dijadikan sebagai alat dan jembatan sementara saja bagi mereka untuk mewujudkan ambisinya. Prabowo dan Anies mungkin juga tahu soal hal ini tapi ambisi telah menutup mata mereka dan keduanya memang membutuhkan dukungan dari kelompok tersebut yang terkenal militan dan berani mati serta mau melakukan segala cara untuk mewujudkan cita-cita mereka.

Saya tidak benci Prabowo dan Anies. Saya hanya menyesalkan bahwa orang-orang terpelajar seperti mereka begitu mudah terjebak dalam pusaran agenda dan kepentingan kelompok radikal dengan memanfaatkan ambisi pribadi keduanya. Saat kelompok radikal sudah mulai menguasai politik suatu bangsa maka waspadalah karena bahaya Suriah jilid II sudah tampak di depan mata.

Salam Waras
Beda pendapat boleh, goblok jangan…

catatan Muhammad Zazuli

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s