Yg Beragama Kristen di Arab Sono TIDAK Dipanggil dengan Sebutan KAFIR!

Sebagai antropolog, kerjaanku adalah nanyain orang bukan “ngubak-ngubek” tulisan/buku sebagai sumber utama data dan informasi. Didorong rasa penasaran tentang bagaimana masyarakat Arab memanggil umat Kristen, maka saya pun bertanya kepada para kolega, teman, murid, dan asisten riset Arabku (semuanya “Arab Ori” dari Tanah Arab. Tidak ada yang “Arab KW” made in Tanah Abang misalnya he he).

Menurut mereka, sebutan atau panggilan yang umum untuk umat Kristen adalah “Masihi” (kalau tunggal) atau “Masihiyun” (kalau jamak). Dalam Islam, nama Isa atau (Yesus) memang disebut “Al-Masih” atau “Sang Messiah” atau “Yasu’ al-Masih” (Yesus Kristus Sang Massiah atau “Juru Selamat”). Saya juga coba iseng cek ID kolegaku yang Kristen, juga tertulis “Masihiyah”. Kalau kolegaku yang “ateis” atau “nonteis”, di kolom agama tertulis: “yang lain”.

Umat Kristen Arab

Panggilan umum berikutnya untuk warga Kristen adalah “Nasarani”. Kalau Kristen Koptik (Mesir), mereka menyebutnya “Qibtiyah” (Koptik) tanpa embel-embel Kristen. Kalau untuk Kristen Maronite di Libanon misalnya, mereka menyebutnya “al-Maruni”. Juga tanpa embel-embel “Kristen”.

Saya tanya lagi: “Apakah ada yang menyebut Kristen dengan kafir?” Menurut mereka ada, yaitu kelompok “Islam radikal-konservatif” seperti ISIS dan teman-teman sejenisnya. Mereka sendiri tidak setuju dengan panggilan “kafir” untuk Kristen karena kata “kafir” itu sangat kompleks, elastis/fleksibel, dan bermakna luas.

Memang, seperti pernah saya tulis, kata “kafir” ini sangat rumit dan beragam maknanya, tidak melulu berkonotasi “teologis-keagamaan”. Siapapun bisa berpotensi menjadi “kafir” kalau mereka melakukan aktivitas yang “menutup diri atau menolak dari sesuatu”. Hanya kalangan teolog-agamawan saja yang menghubungkan kata “kafir” ini dengan “penolakan terhadap eksistensi Tuhan/Allah”.

Padahal, dalam prakteknya tidak selalu demikian. Dalam Al-Qur’an sendiri, ada banyak ragam konteks kata “kafir” termasuk di antaranya dipakai untuk para suku Arab pengikut “Paganisme” di Makah (non-Kristen). Mereka disebut “kafir” karena dianggap “menyembunyikan” serta yang melawan / menolak kebenaran yang diwartakan Nabi Muhammad. Kaum petani juga disebut dalam Al-Qur’an sebagai “kafir” karena melakukan aktivitas menanam benih di tanah (sehingga dianggap “menyembunyikan” sesuatu).

Nah, kalau Anda suka menyembunyikan uang, barang, data, atau apa saja, termasuk menyembunyikan kebenaran, maka sejatinya Anda adalah seorang “kapir” he he. Kalau Anda dalam hati mengakui kebenaran program-program Ahok” tapi kok disembunyikan tidak mau mengakuinya karena takut, gengsi atau malu, maka sejatinya Anda juga “kapir” Mat he he.

Apakah kata “kafir” ini hanya “properti” milik Islam (Bahasa Arab) saja? Tentu saja tidak. Kata kipper, kofer, cover, koper dlsb memiliki akar kata yang sama dengan “kufr/kafir”. Kalau tapir, lampir, vampir, baru lain artinya he he.

catatan Sumanto Al Qurtuby

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s