Arab Saudi masuk jebakan…

Pada Anggaran Nasional Kerajaan Arab Saudi (KSA) tahun ini mencapai 297 miliar Riyal. Lantas bagaimana cara KSA mengatasi defisit ini ? Setelah tahun sebelumnya memangkas subsidi energy dan gaji PNS, kini memotong belanja modal setidaknya 90 persen, memangkas belanja operasional pemerintah setidaknya 30 persen, memangkas gaji pemerintahan setidaknya 30 persen, dan memangkas manfaat pensiun pemerintahan.

KSA juga akan kembali menaikkan harga BBM. Pencabutan subsidi air, gas, dan pasokan energi lainnya dan diharapkan bisa menghemat sekira 28 miliar riyal. KSA mengekspektasikan penghematan sebesar 209 miliar riyal per tahun dari program pencabutan subsidi secara gradual.

Setelah memotong pengeluaran, KSA juga akan meningkatkan penerimaan kerajaan melalui kenaikkan pajak. Sebelumnya KSA sudah menaikkan biaya visa untuk pengunjung dan meningkatkan pula pajak kota. Namun, pada tahun 2017 ini, KSA juga akan memperkenalkan pajak untuk ekspatriat dan tanggungan-tanggungannya. Pajak ini akan dimulai dari 100 riyal per bulan dan naik secara bertahap hingga menjadi 800 riyal per bulan pada tahun 2020. Selain itu, KSA juga akan mengenakan pajak terhadap produk-produk seperti minuman manis dan tembakau.

Namun KSA tidak mengurangi anggaran perang. Justru KSA menambah bujet perangnya diatas USD 50,8 miliar dolar. Dengan memanasnya konplik di Suriah dan Yaman, apalagi akan ada perang terbuka antara Israel dan Libanon, belanja perang akan terus meningkat. Ini akan membuat kekuatan anggaran KSA semakin melemah.

Sementara TNC produsen senjata di AS menikmati laba tak terbilang. Dan Rakyat Saudi kini harus menerima kenyataan dimana angka pengangguran semakin tinggi. Laporan rata-rata pengangguran di Arab Saudi dari 11,5 persen di tahun 2015 meningkat menjadi 12,1 persen di tahun 2016. Ini tercatat sebagai angka tertinggi pengangguran di Riyadh sejak tahun 2012 hingga kini.

Keliatannya KSA menghitung hari. Hanya masalah waktu KSA akan merasakan dampak Arab Spring seperti negara Timur Tengah lainnya , yang jatuh karena arus demokratisasi, yang menuntut keadilan, dan muak dengan cara pemimpin yang mengutamakan nafsunya daripada akal sehat…Semoga KSA menyadari ini dan bersikap realistis untuk lebih mengutamakan rakyatnya daripada nafsu perang.

Catatan Erizeli Bandaro

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s