Nabi Muhammad pakaiannya bukan Jubah Putih Kaya Arab KW di Indonesia wkwkwk :D

Boleh-boleh saja mengklaim atau bahkan meyakini setengah mati bahwa mengenakan pakaian jubah putih itu adalah dalam rangka meniru Nabi Muhammad. Meskipun itu sebetulnya hanyalah “fantasi” atau “imajinasi” yang berlebihan saja karena Nabi Muhammad jelas tidak pernah memakai jenis, desain, dan corak pakaian jubah seperti yang dipakai sebagian kaum Muslim di Indonesia dewasa ini, khususnya para “Arab KW”.

Coba saja Anda iseng cek di Google busana jubah seperti apakah yang ada pada abad keenam dan ketujuh Masehi pada waktu Nabi Muhammad hidup? Atau jalan-jalan ke museum di Istanbul dimana Anda akan melihat contoh jubah masyarakat Arab sekitar 15 abad yang lalu. Atau silakan baca-baca buku sejarah masyarakat Timur Tengah, maka Anda akan tahu jubah seperti apa yang dikenakan masyarakat Arab dan Timur Tengah pada umumnya pada awal-awal abad Masehi.

Tidak ada mirip-miripnya sama sekali dengan jubah-jubah yang dikenakan sebagian kaum Muslim di Indonesia. Jubah atau gamis yang dikenakan (sebagian) kaum Muslim di Indonesia dewasa ini itu adalah “jubah tradisional” masyarakat Arab modern perkotaan, bukan masyarakat Arab klasik.

Oleh karena itu, anggapan bahwa dengan berbusana jubah putih adalah dalam rangka “nyunah rasul” itu sebetulnya hanya soal “perasaan”, “imajinasi”, atau “fantasi” saja, atau katakanlah, “imagined sunah rasul” he he.

Dengan kata lain, “berjubah putih” seperti tampak dewasa ini itu bukan mengikuti “sunah rasul” melainkan mengikuti “sunah” orang-orang Arab modern, baik Muslim maupun bukan. Berpakaian modern tapi bercita rasa klasik. Mengenakan jubah “made in” Cina (atau Tanah Abang) tapi bercita rasa “Arab” he he.

Uniknya, kontras dengan klaim sebagaian Muslim di Indonesia, khususnya para “Arab KW”, masyarakat “Arab Ori” sendiri yang mengenakan jubah tidak pernah menganggapnya sebagai bentuk dari “sunah rasul”.

Sering saya bertanya kepada mereka, termasuk murid-murid Arabku: “Apakah kalian yang memakai jubah itu dalam rangka meniru Nabi Muhammad atau mengikuti sunah rasul?”

Bukannya mengiyakan, mereka malah tertawa dan serentak bilang “Tidak”. Lo, kok bisa begitu? Ya itu tadi. Karena, menurut mereka, pakaian jubah yang mereka kenakan itu busana Arab modern, bukan “pakaian Nabi Muhammad” berabad-abad yang lalu.

Dalam konteks masyarakat Arab mdoern, desain jubah ini bermacam-macam: ada jubah Omani, jubah Qatari, jubah Emirati, jubah Kuwaiti, dlsb. Bahkan di Saudi sendiri, ada banyak bentuk, desain, dan corak jubah: ada jubah Hijazi, jubah Najdi, jubah Ahsawi, jubah Qatifi, jubah Najrani, dan seterusnya.

Berdasarkan studiku tentang “perjubahan” ini, jubah yang dikenakan suku al-Faifi yang paling “tradisional” dan unik. Suku Al-Faifi adalah suku-suku Arab di Saudi yang tinggal di dataran tinggi dan pegunungan yang tandus dan gersang sehingga nyaris tak terjamah modernisasi, industrialisasi, dan teknologi.

Mungkin seperti “Suku Tengger” di Jawa Timur. Karena itu “Arab maklum” jika busana, tradisi, budaya, dan bahkan bahasa mereka sangat khas dan unik. Masyarakat Arab non-Faifi mengaku tidak paham dengan bahasa mereka, meskipun katanya mereka “berbahasa Arab”.

Warna jubah masyarakat Arab modern juga warna-warni, tidak melulu putih, tergantung cuaca dan situasi, kecuali jubah yang dikenakan masyarakat Arab Badui nomadik hampir sama bentuk dan waranya. Penggunaannya juga tergantung situasi dan kondisi.

Beda dengan suku-suku Arab Badui, masyarakat Arab modern-kota, khususnya kalangan muda, sangat fleksibel dalam mengenakan jubah. Mereka mengenakan jubah biasanya pada waktu acara-acara spesial seperti wisuda, pernikahan, atau pada waktu ngantor.

Yang selalu berjubah dalam segala siuasi itu biasanya orang-orang tua, sedangan generasi mudanya lebih memilih pakaian kasual. Berdasarkan pengamatanku, hanya masyarakat Arab Qatar saja yang masih menjaga tradisi berjubah, selebihnya sudah sangat kasual dalam hal bertata busana ini.

catatan Sumanto Al Qurtuby

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s