Mendukung sosok seperti Ahok dan Jokowi adalah suatu keharusan. Mengapa saya bilang “keharusan?” Karena dalam diri mereka tertanam suatu kejujuran dan kebenaran yang harus didukung tanpa terkecuali. Jokowi-Ahok adalah figur yang berbeda gaya maupun karakter.

Banyak yang mengatakan bahwa mendukung Jokowi yang sebagai seorang muslim malah dituduh PKI, namun jika mendukung Ahok yang sebagai non-muslim justru dituduh kafir.

Tuduhan itu sejatinya sangat menyesatkan dan tidak berdasar. Justru saya ingin mengatakan, bahwa mendukung mereka berdua akan dapat mempertebal iman, bukan justru sebaliknya. Karena yang didukung sejatinya adalah kebenaran dan kejujuran.

Jangan jadi munafik, jujur saja bahwa sebagian besar, masyarakat yang telah menerima bantuan dan manfaat dari kebijakan Ahok adalah warga DKI Jakarta dari kalangan muslim. Selama Ahok jadi Gubernur, sudah berapa marbot yang diberangkatkan umroh olehnya?

ahok menjadikan makam mbah priok sebagai cagar budaya

Pernahkah saudara mendengar, bahwa Ahok memberangkatkan penjaga/pengurus Gereja ke Yerusalem tempat jutaan umat kristen tiap tahun berkunjung ke Gereja di sana?

Apakah saudara tahu, sudah berapa Masjid yang dibangun oleh Ahok selama menjabat sebagi gubernur DKI Jakarta? Dan Sudah berapa tempat ibadah seperti, Gereja/Klenteng/Vihara yang telah dibangun oleh Ahok untuk umat non-muslim?

Dan apakah saudara tahu, sudah berapa tempat prostitusi (sarang maksiat) yang telah dihancurkan dan ditutup oleh Ahok? Dan tiap tahun sudah berapa sumbangan hewan kurban, serta sodakoh berupa harta benda yang diberikan oleh Ahok kepada saudara kita umat muslim?

Jika mau bicara jujur, sangat sulit untuk menyerang Ahok, apalagi menjadikannya musuh. Kecuali hanya fitnah dan isu SARA yang selama ini sering kita dengarkan dari oknum politikus dan pendakwah abal-abal.

Jika kita percaya bahwa apapun yang ada di dunia ini atas izin dan kehendak Tuhan, maka cobalah sejenak merenungkan: Bukankah Ahok sebagai ‘tamparan’, atas perilaku pejabat yang selalu mengaku islam namun justru menyimpang dari tuntunan nilai-nilai keislaman?

Melalui Ahok, nikmat-nikmat Tuhan diturunkan, maka “Nikmat mana lagi yang akan kamu dustakan?”

catatan Yusuf Muhammad

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan