Surga itu tidak sesempit yg kau kira!

Ada orang yang beranggapan surga itu sempit. Daya tampungnya terbatas. Jika sebagian manusia tertampung, sebagian lainnya tidak kebagian tempat. Mirip-mirip metromini.

surga

Jadi dalam fikirannya mereka harus berebut tempat dengan orang lain. Tidak ada antrian menuju surga. Yang ada saling sikut.

Orang yang baik dan memperjuangkan keadilan tidak cukup. Dia harus beragama Islam. Islam saja tidak cukup, harus Wahabi. Wahabi saja tidak cukup, harus berani mengkafirkan dan menyesatkan orang. Baginya tiket masuk ke surga dicetak amat sedikit.

Jadi semacam kompetisi berebut kursi gitu.

Lalu gimana caranya mereka memastikan dapat tiket terusan di surga? Salah satu jalannya mereka mengangkat diri jadi panitia seleksi. Namanya panitia SMS (Seleksi Masuk Surga). Bagaimana prosesnya?

  • Pertama, menstempel orang yang berbeda agama pasti tidak dapat tiket ke surga. Sebaik apapun perilakumu jika agamamu berbeda, ya tempatnya bukan di surga. Maka mereka merasa berhak membakar gereja, merusak rumah ibadah, merusak sekolah. Bahkan berani sesumbar, darahnya halal. Ngeri.
  • Kedua, menyesatkan golongan lain. Orang Ahmadiyah adalah sesat, meski sholat, puasa, haji. Islam Liberal juga sesat karena mencoba menafsir nilai-nilai agama dengan cara pandang berbeda. Mereka menyesatkan dengan terburu-buru mungkin karena berpegang teguh pada prinsip, ‘seaat kemudian tiada guna.’
  • Ketiga, mengusir orang dari Islam. Kampanye yang sering dikumandangkan misalnya, Syiah bukan Islam. Sekalipun bertauhid, meyakini kenabian, meyakini keadilan Allah, tetap dianggap bukan muslim. Kenapa? Karena Syiah adalah Iran. Dan Iran bermusuhan dengan Saudi. Padahal waktu jaman syah Reza Pahlevi, boro-boro ada ulama Saudi yang berani terang-terangan menyesatkan Syiah. Sebab waktu itu Iran akrab dengan AS dan Saudi.
  • Keempat, senang menuding-nuding bid’ah. Tahlilan bid’ah, ziarah kubur bid’ah. Dan banyak contoh bid’ah lainnya. Jadi sebanyak 100 juta umat NU terancam tidak masuk surga.
  • Kelima mengharamkan pilihan politik yang berbeda. NKRI haram karena tidak menganut siatem khilafah. Memilih Jokowi haram karena tidak islami. Pilih Ahok haram karena Kristen dan Tionghoa. Pilihan politik kita jadi halal kalau sesuai dengan rekomendasinya. Salah satu strategi agar pendukung Ahok tidak masuk surga adalah dengan menolak mensholatkan jenazahnya. Biasanya mereka tidak peduli pemimpin adil atau dzalim. Yang penting Islam. Kalau kebetulan sudah Islam, selanjutnya ditelisik apakah Islamnya sama dengan mereka. Atau apakah menampung semua kepentingan politik mereka? Jadi kemampuan, sikap amanah, anti korupsi dan berlaku adil tidak lagi jadi ukuran.
  • Keenam, surga hanya untuk orang Arab dan yang kearab-araban. Islam Nusantara, yang kental budaya lokal haram. Jenggot, surban, jubah dan cadar adalah ciri-ciri ahli surga. Selain itu, jangan harap dapat tiket!

Nah, jika sudah banyak yang terdiskualifikasi, peluang mereka masuk surga akan jauh lebih besar. Mungkin mereka pikir, Allah tidak mampu menyediakan lahan untuk menampung sebanyak-banyaknya manusia berada di surgaNya.

Padahal satu-satunya tiket ke surga hanyalah kasih sayang Allah. Dan kasih sayang Allah sungguh tidak terbatas. Tapi mereka meyakini surga hanya selebar daun ganja. Sempit…

catatan Eko Kuntadhi di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s