Sekte Islam Ibadiyah di Timur Tengah (2)

Ada ungkapan populer di kalangan pengikut aliran Ibadiyah yang diambil dari tulisan sejarawan Ibadiyah al-Salimi, yakni Ibadiyah adalah seekor burung yang telurnya “mberojol” di Madinah, menetas di Basrah (Irak) dan terbang ke Oman. Pernyataan ini ditulis oleh Donald Hawley, sejarawan ahli studi Oman.

Baca juga: Sekte Islam Ibadiyah di Timur Tengah (1)

Memang benar, seperti saya jelaskan nanti, aliran Ibadiyah ini “bertelur” di Madinah, lalu lahir di Irak, dan berkembang di Oman. Seperti saya tulis sebelumnya, pengikut Ibadiyah terbesar saat ini memang di Kesultanan Oman. Yang lain tinggal di berbagai kawasan di Afrika.

Oman menjadi pusat alirah Ibadiyah karena memang dulu sejarahnya para pengikut Ibadiyah migrasi dari Irak ke Oman setelah terjadi konflik dengan Gubernur Umayah Hajjaj bin Yusuf yang terkenal kejam dan banyak mengeksekusi dan memenjarakan pengikut Ibadiyah karena perbedaan pandangan politik.

Nama Ibadiyah atau Ibadisme diambil dari nama Abdullah bin Ibad al-Tamimi (dari suku Bani Tamim) yang keluar dari kubu sekte Khawarij pada masa Abdul Malik bin Marwan, penguasa ke-5 Dinasti Umayah. Sampai sekarang Bani Tamim menjadi salah satu suku mayoritas di Jazirah Arab dan sekitarnya.

Di Saudi sendiri ada sebuah kota mini bernama Hotat Bani Tamim sekitar 135 km ke arah selatan dari Riyad. Khusus untuk Saudi, suku Bani Tamim ini terkonsentrasi di kawasan tengah seperti Riyad, Qasim, atau Ha’il. Dari suku inilah sebetulnya yang menguasai sistem politik-perekonomian dan diskursus keagamaan di Arab Saudi.

Abdullah bin Ibad (Ibnu Ibad) ini adalah seorang tabi’i, yaitu generasi kedua dalam Islam (setelah sahabat atau orang-orang yang menyaksikan Nabi Muhammad). Ia adalah salah satu murid terbaik Abdulah bin Abbas (Ibnu Abbas), sepupu Nabi Muhammad, yang dikenal sebagai salah satu ahli hadis dan ahli tafsir yang banyak meriwayatkan hadis Nabi. Oleh kalangan Sunni, Ibnu Abbas ini dianggap sebagai salah satu tokoh yang memiliki otoritas tinggi dalam hal periwayatan hadis. Seperti gurunya, Ibnu Ibad juga seorang ahli tafsir dan ahli hadis.

Meskipun nama Ibadiyah ini dinisbatkan ke Ibnu Ibad, tetapi yang memegang peran penting dalam merumuskan fondasi teologi-keagamaan dan dasar-dasar keislaman Ibadiyah adalah Jabir bin Zaid (Ibnu Zaid) yang nama lengkapnya adalah Abu al-Sya’tha Jabir bin Zaid al-Zahrani al-Azdi (lahir di kota Nizwa, Oman).

Dialah yang mengsistematiskan aliran Ibadiyah sehingga berwujud sebuah aliran keagamaan, setelah wafatnya Ibnu Ibad. Seperti Ibnu Ibad, Ibnu Zaid juga muridnya sahabat Abdullah bin Abbas (dan juga Aisyah, istri Nabi Muhammad). Dia pula kelak yang memimpin jamaah Ibadiyah migrasi dari Irak ke Yaman setelah terjadi perseteruan dengan Gubernur Hajjah bin Yusuf al-Tsaqafi yang dikenal sangat bengis dalam sejarah keislaman Umayah.

Posisi Jabir bin Zaid ini sangat penting sekali dalam Ibadiyah karena banyak sekali hadis yang ia riwayatkan kemudian kelak dikumpulkan dan dibukukan oleh al-Rabi bin Habib al-Farahidi dan Yusuf Ibrahim al-Warjilani menjadi sebuah “Kitab Hadis” Ibadiyah yang bernama Jami Shahih, yang bersama Kitab Tartib al-Musnad, menjadi kitab hadis sangat penting dalam Ibadiyah.

Kedudukan kedua kitab hadis Ibadiyah ini sama dengan kitab-kitab hadis yang dipakai oleh Sunni seperti Kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan lainya (yang disebut “Kutub al-Sittah”) atau kitab-kitab hadis Syiah Imamiyah yang dikenal dengan sebutan “al-Kutub al-Arba’ah” karena jumlahnya ada empat: Kitab al-Kafi, Tahdhib al-Ahkam, al-Istibsar, dan Man la Yahduru al-Faqih.

Seperti Sunni dan Syiah yang juga punya “favorit” tokoh-tokoh dan sarjana tertentu yang dianggap kredibel dalam meriwayatkan Hadis, Ibadiyah juga sama. Posisi Jabir bin Zaid di kalangan Ibadiyah sama dengan posisi Hasan al-Basri, misalnya, yang sangat dihormati di kalangan Sunni dalam hal periwayatan hadis dan kualitas kesarjanaanya dalam ilmu-ilmu keislaman (bersambung).

catatan Sumanto Al Qurtuby

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s