Masalahnya Bukan di Agama, Melainkan di BUDI PEKERTI!

Ada sebagian orang yang menggunakan logika seperti ini : Gue ga peduli orangnya baik, jujur, amanah, pekerja keras, mengabdi pada rakyat, berprestasi dan terbukti sukses membangun dan memajukan masyarakat. Tapi kalo ga seagama dengan saya ya saya ga sudi memilihnya. 

Atau logika yang berbunyi begini : Gue ga peduli orangnya maling, koruptor, ga jujur, egois, ga peduli sama rakyat, tukang tipu dan sebagainya. Asalkan dia seagama dengan saya ya pasti saya akan pilih dia.

Ini namanya logika ngawur bin goblok. Orang menjadi baik atau buruk tidak hanya karena agamanya tapi karena budi pekerti dan perbuatannya. Esensi kemanusiaan bukan pada nama agama yang tertulis di KTPnya melainkan bagaimana karakter dan perilakunya sehari-hari dalam memaknai, menjiwai dan mewarnai kehidupan.

Contohnya adalah 2 video di bawah ini. Guru “kafir” ini jauh lebih baik, beradab, peduli dan penuh kasih kepada murid-muridnya yang mungkin beda suku dan beda agama dengan dirinya. Sedangkan guru satunya yang seagama dan sesuku dengan murid-muridnya malah melakukan kekerasan, kejahatan dan kedzaliman pada murid-muridnya sendiri.

Tentu ada sebabnya Tuhan memberikan akal sehat dan hati nurani. Dan itu gunanya adalah untuk digunakan sehari-hari. Jangan hanya disimpan di laci lemari.

Paham bro?

catatan Muhammad Zazuli di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s