Al Maidah 51 Hanya Berlaku di PILKADA Jakarta! Khususnya Hanya untuk AHOK saja ckckck!

Aksi 411,212,112 intinya cuma satu: gembar gembor larangan Muslim pilih pemimpin Non Muslim. Pembodohan demi pembodohan berlangsung menyebabkan lebih 7 juta orang mabok agama sampai mau dikompori jalan kaki dari Ciamis.

Padahal itu cuma tipuan para provokator menggunakan ayat Quran untuk menutupi topengnya. Dan sekarang terbukti. Al Maidah 51 cuma berlaku di Jakarta. Partai Islam yang teriak pakai ayat di Jakarta ternyata berbuat sebaliknya di daerah lain.

Lihat data kemunafikan di Pikada 2017 ini :

  1. PKS, PAN, dan PBB dukung PAULUS KASTANYA di pemilihan WALIKOTA AMBON
  2. PKS,PPP dan PKB dukung IRENE MANIBUY jadi calon GUBERNUR PAPUA BARAT.
  3. PKS dan PDIP usung SAMSON ATAPAN jadi calon BUPATI SERAM
  4. PPP dan PAN dukung JEFRY RIWU KORE untuk calon WALIKOTA KUPANG
  5. PKS, PAN dan PBB dukung YUDAS KORTANIUS menjadi calon BUPATI MENTAWAI.

Semua calon itu agamanya Kristen. Tapi gak ada tuh yg protes sampai buat Aksi Bela Islam. Jelas Al Maidah 51 dibuat mainan politik dengan merk kemunafikan. Yang mabok agama, jangan mangap terus. Sudah melek belum matanya ?

nonmuslim-pilkada

22 Daerah!

Ada 22 daerah yang calon pemimpinnya non Muslim tapi diusung partai Muslim bahkan di Tolikara, tempat sebuah masjid di bakar. Berita ini memperkuat kenyataan bahwa larangan Muslim memilih pemimpin Non Muslim hanya berlaku di Jakarta!

Al Quran atau Kitab Suci manapun tidak ada yang bohong. Tapi banyak orang yg gunakan ayat-ayatnya yang suci untuk berbohong.

Mereka berkilah partai-partai Islam itu boleh memilih pemimpin non Muslim karena Muslim Minoritas. Bahkan itu dikaitkan dengan betapa toleransinya umat Islam kepada non Muslim. Pernyataan ini bisa dibenarkan jika mereka tidak memakai dalil Al Maidah 51 di Jakarta untuk berbohong.

Tapi justru mereka memakai dalil itu di Jakarta. Bukankah ini sikap yang munafik? Memilah-milah larangan seenaknya padahal tidak ada ayat yang mendukung klaim asal-asalan tersebut. Mana ada ayat di Al Quran yang membatalkan perintah Al Maidah 51 kalau muslim di suatu daerah minoritas.

Jikapun ada ayat lain yang membolehkan Muslim minoritas memilih pemimpin non Muslim yang mayoritas, maka itu sebenarnya justru menunjukkan bahwa Al Quran adalah rahmat bagi semua. Tidak hanya untuk umat Muslim saja melainkan semua orang yang hidup di muka bumi ini. Al Quran tidak mengatur siapa pemimpin berdasarkan mayoritas atau minoritas.

Aksi Bela Agama ?

Kemudian mengenai aksi Bela Islam, katanya tidak ada hubungannya dengan Pilkada. Tolong sodara.. bukankah ini pembelaan yang sangat munafik? Apakah golongan Islam kalian ( bukan Islam saya ) mengajarkan munafik itu halal asal bela Islam ? Siapa sebenarnya orang munafik yang disebut dalam ayat Quran yang ditebarkan tentang kemunculan orang-orang munafik sebagai tanda-tanda akhir zaman?

Bukan saya tapi kalian yang berbohong diatas fakta yang sudah terang benderang, bahwa Aksi Bela Islam itu mengkampanyekan larangan Muslim memilih non Muslim, seperti Ahok.

Perkara terluka, sakit hati atau berang karena menganggap Ahok menista agama khususnya yang terkait dengan tafsir Al Maidah 51, itu urusan kalian. Bukan saya. Yang saya tertawakan adalah ketika kalian tidak marah, sakit hati atau terluka bahkan diam seribu bahasa ketika ada partai yang mengatasnamakan Islam justru memilih pemimpin Non Muslim.

Harusnya kalian protes nama Islam dipakai oleh mereka yang berpolitik untuk kekuasaan. Kalau perlu lakukan lagi long march ala Ciamis sampai kaki kalian melepuh.

Mengapa Gak Ada yg Protes??

Oh iya, saya tahu kalian malu karena sudah dibohongi meski mata kalian sudah melek menyaksikan kenyataan yang sangat terang benderang ini.

Kalian malu telah diperalat oleh aktor-aktor politik yang memanfaatkan Al Maidah 51 untuk mengaduk-aduk perasaan sebagian kecil umat Muslim, sampai ada yang mau dikompori jalan kaki dari Ciamis.

Sampaikan kepada orang-orang malang itu yang kalian kenakan gelar Mujahid, bahwa Al Maidah 51 hanya berlaku di Jakarta tapi tidak berlaku di Maluku, Kupang, atau Tolikara, di Papua.

Silahkan buai mereka dengan kebohongan serta kemunafikan kalian. Dan buat kami semua tertawa menyaksikan kelakuan kalian yang masih mabok agama.

sumber: catatan Budi Setiawan di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Iklan

Silahkan Komeng gan!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s