Banyak Muslim Mengeluhkan Islamphobia, tapi Mereka Sendiri Kristenphobia.. Nah Loh!!

Orang-orang Islam banyak yang mengeluhkan islamphobia, yaitu orang-orang yang anti dan takut secara berlebihan kepada Islam dan umat Islam. Tapi pada saat yang sama, sebenarnya sangat banyak dari umat Islam itu yang sangat anti Kristen, atau bisa kita sebut menderita kristenphobia.

Tahun 2001, saat Amerika mulai menyerang Afganistan, saya sedang belajar di Kumamoto, Jepang. Ada satu grup relawan bernama Peshawar-kai, dipimpin oleh Tetsu Nakamura, yang aktif membantu orang-orang Afganistan. Nakamura bersuara sangat keras mengritik serangan Amerika itu. Mereka datang ke Kumamoto, mengadakan kuliah umum tentang situasi di Afganistan, sekaligus menggalang dana. Kami, mahasiswa muslim di Kumamoto datang menghadiri acara itu.

Dalam kuliahnya Nakamura menjelaskan situasi di Afganistan, dan kegiatan mereka membantu orang-orang di sana. Nakamura adalah seorang dokter, maka kegiatannya berfokus pada pelayanan kesehatan. Karena kegiatan itu Nakamura kadang dicap sebagai pembela Islam fundamentalis. “Bagaimana mungkin saya membela Islam fundamentalis, sedangkan saya ini seorang Kristen,” katanya membela diri.

Kontan ucapan itu menjadi fokus perhatian teman-teman saya yang hadir. Tadinya ada niar untuk menyalurkan sumbangan yang sudah dikumpulkan melalui Peshawar-kai. Tapi kini muncul pertanyaan, bagaimana kalau uang itu dipakai untuk kristenisasi di sana. Akhirnya penyaluran sumbangan itu batal dilakukan.

Ada begitu banyak cerita soal kecurigaan orang Islam kepada orang Kristen. Setiap kegiatan membantu, selalu dikaitkan dengan kristenisasi. Rumah sakit, sekolah, dan badan-badan sosial, dianggap sebagai kedok kegiatan kristenisasi. Maka tak jarang kegiatan itu dihalangi. Parahnya, ada orang yang meributkan bantuan dari pihak Kristen itu, sementara mereka sendiri tidak membantu.

Berbagai halangan terhadap pembangunan gereja serta gangguan terhadap ibadah orang Kristen telah dilakukan. Bahkan, terjadi pula serangan dan perusakan terhadap gereja. Kejadian yang paling aneh adalah kerusuhan Situbondo, tahun 1996. Mulanya adalah pengadilan terhadap muslim yang dituduh menista agama. Usai persidangan ada isu bahwa ia lari dan disembunyikan di gereja. Lalu gereja diserang dan dirusak.

Politik Indonesia tak pernah lepas dari isu terkait kristenphobia. Meski Soeharto itu seorang muslim, ia sering dituduh terlalu dekat kepada kelompok Kristen. Bahkan istrinya sering digosipkan sebagai seorang Katholik yang berpura-pura masuk Islam. Tim ekonomi Soeharto sering dicap pro Kristen, meski di sana ada orang muslim seperti Emil Salim dan Saleh Afif.

Pemilu legislatif, pilpres, dan pilkada, tak pernah lepas dari isu Kristen. Selalu saja ada calon yang dianggap mewakili atau dipengaruhi oleh pihak Kristen. Maka pemilihan bukan lagi soal menentukan siapa yang pantas untuk suatu jabatan, tapo dianggap sebagai pertarungan antara Islam dan Kristen.

Pangkal dari semua ini ada di ayat Quran yang mengatakan bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan rela sampai orang Islam mengikuti agama mereka. Orang Islam percaya bahwa orang Kristen akan selalu melakukan tipu daya untuk menguasai umat Islam. Ini jadi semacam postulat. Apapun yang dilakukan oleh Kristen, sebaik apapun, di belakangnya pasti ada tipu daya. Bayangkan, ratusan juta, bahkan miliaran manusia dengan pikiran seperti itu.

Ayat itu sendiri sama sekali tak berlatar belakang konflik. Sepanjang sejarah hidup nabi Muhammad, tidak ada catatan sejarah konflik dengan pihak Kristen. Yang ada justru catatan persahabatan, yaitu ketika orang-orang muslim Mekah melarikan diri ke Habasyah, dan dilindungi oleh penguasa yang beragama Kristen. Ayat tadi yaitu Al-Baqarah 120 dan Al-Maidah 51 yang sekarang populer itu terkait dengan friksi terhadap pihak Yahudi. Entah kenapa orang-orang Nasrani ikut “kena getah”.

Jadi, bagaimana seharusnya? Saya selalu menganjurkan agar ayat-ayat semacam ini diperlakukan sebagai catatan sejarah saja, bukan pedoman. Pedoman kita adalah fakta yang kita hadapi sekarang, bahwa orang Kristen pun ingin hidup damai. Hanya orang aneh yang hidupnya selalu diisi dengan kedengkian terhadap orang lain. Sebaliknya, orang aneh saja yang selalu menganggap pihak lain selalu membenci dirinya.

Mari lepaskan beban konflik sejarah yang sebenarnya tidak terkait dengan kita. Bebaskan diri kita untuk memilih jalan damai.

catatan Kang Hasan

Apa Komentar Netizen?

https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1350939834953954%3Fcomment_id%3D1350957671618837&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1350939834953954%3Fcomment_id%3D1350951478286123&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1350939834953954%3Fcomment_id%3D1350987044949233&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1350939834953954%3Fcomment_id%3D1350952004952737&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1350939834953954%3Fcomment_id%3D1350998598281411&include_parent=false

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan