Jangan Membenci Habib Rizieq Shihab!!

“Janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuat kamu jadi berlaku tidak adil.”

jangan membenci habib rizieq

Jangan karena kebencian, lantas kita kehilangan nalar. Jangan sampai kita dikendalikan oleh rasa benci. Saya tidak membenci Rizieq. Juga tidak membenci Patrialis Akbar. Saya pun tak membenci Tengku Zulkarnain.

Ketika Tengku Zulkarnain dihadang di Sintang, saya protes. Protes khususnya saya arahkan kepada polisi, yang tidak sigap mengamankan situasi. Itu penilaian saya dari jauh, yang bisa saja salah. Tapi intinya, jangan ada seorang warga negara pun yang dihalangi untuk datang ke suatu tempat. Karena bila penghadangan terhadap seseorang jadi sah, maka penghadangan terhadap orang lain dari pihak lain, akan menemukan pembenaran.

Baca juga:

HENTIKAN PENISTAAN Terhadap Yang Mulia Rizieq Shibab & Tengku Zulkarnain!!! Share!!

Ketika Rizieq difitnah beristri 6, saya juga mengritik penyebar fitnah itu. Kita tidak suka difitnah. Kita juga tidak suka kalau idola kita difitnah. Kenapa kita ikut memfitnah? Karena benci?

Soal selingkuh Rizieq yang kini gosipnya sedang menyebar, penilaian saya, besar kemungkinan itu fitnah. Saya tidak bisa memastikan. Tapi kalau saya lihat polanya, mungkin itu fitnah.

Masalahnya, ada pihak-pihak yang menganggap itu benar. Atau, menggantungkannya pada Rizieq untuk klarifikasi. Kalau Rizieq tidak klarifikasi, maka itu benar. Ini nalar Jonru. Jonru menuduh ibunda Jokowi itu palsu. Karena Jokowi tidak pernah mengklarifikasi, maka Jonru dan pengikutnya menganggap tuduhan itu benar.

Come on. You are smarter than that. Kewajiban menyediakan bukti ada pada penuduh. Rizieq atau siapapun yang difitnah tidak wajib menunjukkan bukti sebaliknya untuk membantah. Ia tak punya kewajiban untuk membantah sama sekali.

Ini hukum dasar berbasis nalar. Jangan sampai kita kehilangan nalar, karena benci pada Rizieq.

Hal yang sama bisa kita tuntut kepada orang-orang yang menuduh KPK merekayasa kasus Patrialis. Mereka harus membuktikan adanya rekayasa. Kalau tidak, bisa saja KPK menuntut mereka.

Baca juga:

“Kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?” MAAF, tapi Habib Rizieq memang BERHAK mengeluarkan statement itu! Share!

Soal lain, ini adalah ranah pribadi. Kenapa kita ikut mempersoalkan kelakuan orang di ranah pribadi? Saya dengan kesadaran, tidak mau membahas poligami Aa Gym, atau pernikahan anak Arifin Ilham. Demikian pula, kalau memang benar Rizieq berbuat mesum, itu bukan subjek yang akan saya bahas. Itu wilayah pribadi.

Saya, melalui blog, akun pribadi, fanpage, mengajak orang-orang untuk berpikir dengan benar, bersikap dengan benar. Saya tidak mengajak orang untuk membenci orang-orang atau kelompok tertentu. Dalam situasi seperti ini saya punya kewajiban untuk mengingatkan prinsip utama yang saya ajarkan, yaitu bernalar.

catatan Kang Hasan

Baca Komentar Netizen

https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1344729448908326%3Fcomment_id%3D1345289158852355&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1344729448908326%3Fcomment_id%3D1344751658906105&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1344729448908326%3Fcomment_id%3D1344731082241496&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1344729448908326%3Fcomment_id%3D1345049438876327&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1344729448908326%3Fcomment_id%3D1344757052238899&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1344729448908326%3Fcomment_id%3D1344959445551993&include_parent=false

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan