Yahudi di Arabia dan Timur Tengah (3)

Tidak seperti Kristen yang cukup terbatas populasinya di sekitar Semenanjung Arabia (kini: Arab Saudi dan Yaman), eksistensi umat Yahudi cukup signifikan di kawasan ini jauh sebelum Nabi Muhammad mewartakan Islam pada abad ke-7 M. Umat Yahudi ini tersebar di berbagai daerah di Semenanjung Arabia utara: Khaibar, Madinah (dulu: Yasrib), Makah, Jeddah, dlsb.

Baca seri sebelumnya:

Di “Yaman Kuno”, umat Yahudi juga eksis terutama sejak Kerajaan Himyar (al-Mamlakah al-Himyar, berdiri sejak 110 SM) konversi ke Yahudi pada tahun 380 M meninggalkan tradisi politeisme. Salah satu Raja Arab Yahudi dari Kerajaan Himyar yang sangat populer adalah Tubba Abu Karab As’ad (memimpin antara 390-420) yang kemudian agresif melakukan “Yahudiisasi” di Semenanjung Arabia.

Puncaknya, kelak di zaman Dzu Nuwas (Yusuf bin Syarhabil. Sejarawan Muslim Ibnu Hisyam menyebutnya Yusuf Dzu Nuwas) di abad ke-6 M yang sangat agresif “meyahudikan” warga Arab dan lainnya. Perang antara Kerajaan Himyar yang Yahudi dan Kerajaan Askum yang Kristen di Semenanjung Arabia dulu telah menelan banyak korban jiwa. Sejarah Yahudi Yaman (al-Yahud al-Yamani) ini akan saya jelaskan secara terpisah saja kelak (insya Allah).

Populasi umat Kristen yang cukup besar waktu itu terbatas di Najran (dulu wilayah Yaman utara) atau Yordania. Meskipun ada juga populasi Kristen di Hijaz (Makah dan Madinah) tapi jumlahnya tidak signifikan. Sejarawan Marshall Hodgson bahkan pernah menulis kalau dulu umat Kristen (juga Yahudi) sudah biasa melakukan ritual keagamaan di sekitar Ka’bah.

Menariknya, waktu Nabi Muhammad berhasil menaklukan Makah dan menguasai Ka’bah, beliau tidak menghancurkan simbol-simbol Kristen dan Yahudi di area Ka’bah, meskipun menghancurkan patung-patung suku-suku Arab politeis.

Kembali ke laptop. Bagimana sejarah suku-suku atau umat Yahudi di Madinah itu? Darimana asal-usul mereka? Menurut Profesor Moshe Gil (w. 2014), sejarawan ternama dan ahli kajian Yahudi di Timur Tengah, dalam bukunya “The Origins of the Jews of Yathrib”, komunitas Yahudi di Yasrib (Madinah) itu ada yang keturunan dari suku-suku Yahudi Israel kuno (disebut “Israelite”), suku-suku asli Arab yang memeluk agama Yahudi, atau kombinasi dari keduanya.

Sejumlah sejarawan Muslim seperti Tabari, Ibnu Hisyam, atau al-Muqaddasi menyebut mereka keturunan dari suku-suku Israel Kuno. Meski ada sejumlah perbedaan pendapat, yang jelas dalam konteks sejarah Yahudi di Arab/Timur Tengah, memang ada suku-suku Arab dan non-Arab (seperti Rechabite) yang “diyahudikan”, dan kelak ada juga suku-suku Yahudi yang kemudian “diarabkan”.

Ada banyak suku/klan Yahudi di Madinah waktu itu seperti Bani Auw, Bani Jusyam, Bani Aus, Bani Haris, Bani Sa’idah, Bani Quda’a, Bani Syutaiba, Bani Alfaqir, Bani Najjar, Bani Ghiffar, Bani Kinanah, Bani Zaura, Bani Nadir, Bani Qunaiqa, Bani Quraizha, dan masih banyak lagi. Ketika Nabi Muhammad hijrah ke Madinah (sekitar 622 M), di antara mereka kemudian ada yang memeluk Islam tetapi banyak pula yang tetap memeluk Agama Yahudi (Yudaisme).

Nabi Muhammad tetap membiarkan umat Yahudi ini dengan keyakinannya. Beliau sama sekali tidak memaksa mereka untuk konversi ke Islam. Bahkan sebaliknya beliau bersahabat dengan sejumlah tokoh dan “ulama” (rabbi) Yahudi.

Kelak, setelah Nabi Muhammad wafat, Khalifah Umar bin Khattab melakukan “relokasi” umat Yahudi ini ke kawasan lain untuk menjaga kawasan Madinah dan Makah khususnya dari pengaruh unsur-unsur luar demi konsolidasi keislaman.

Apakah beliau memusuhi umat Yahudi? Tidak. Bahkan Umar-lah yang menyediakan tempat khusus bagi umat Yahudi di Jeddah. Khalifah Umar pulalah yang memberikan tempat, kebebasan dan memproteksi hak-hak umat Yahudi Yarusalem setelah ratusan tahun ditindas oleh Kerajaan Bizantium dan Babilonia.

Pula, di antara suku dan klan ini ada yang getol memusuhi Nabi Muhammad tapi ada pula yang getol dan heroik membela Nabi Muhammad dalam berbagai perang antar-suku. Perang waktu itu sebetulnya lebih banyak disebabkan persaingan antar-suku yang berebut mempertahankan sumber-sumber politik-ekonomi-budaya.

Nah, sejumlah ayat Al-Qur’an yang “menyerang” Yahudi itu ditujukan untuk para suku/klan Yahudi yang memusuhi Islam, kaum Muslim dan Nabi Muhammad ini seperti Bani Nadir, Bani Qunaiqa, dan Bani Quraizha, bukan umat Yahudi secara umum karena banyak dari mereka yang sangat bersahabat dengan Nabi Muhammad dan generasi Islam awal (bersambung).

catatan Sumanto Al Qurtuby

Tanggapan Netizen

https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FBungmanto%2Fposts%2F10158220875080523%3Fcomment_id%3D10158220914800523&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FBungmanto%2Fposts%2F10158220875080523%3Fcomment_id%3D10158220922855523&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FBungmanto%2Fposts%2F10158220875080523%3Fcomment_id%3D10158222498050523&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FBungmanto%2Fposts%2F10158220875080523%3Fcomment_id%3D10158221310550523&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FBungmanto%2Fposts%2F10158220875080523%3Fcomment_id%3D10158221134290523&include_parent=false

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan