Standar Primitif yang keluar dari Seorang Fahri Hamzah…Begini nih Kualitas Wakil Rakyat Kita ckckck

Fahri Hamzah melemparkan rangkaian twit untuk membela Rizieq Shihab. Salah satu tuitnya ada kata-kata : Babu, merujuk pada buruh migran Indonesia yang mencari nafkah di luar negeri. Politisi PKS ini kontak diprotes netizen. Dia sudah menghapus cuitannya.

Sebutan itu pasti sangat menyakitkan. Pilihan bahasa yang sangat kasar karena menuding buruh migran kita sebagai pengemis di negeri orang.

Tapi memang kita harus maklumi. Fahri bisa bicara sekasar dan merendahkan seperti itu. Dia menulis itu dalam rangka membela Rizieq Shihab yang salah satu tuntutan orang pada Rizieq adalah omongannya soal, “Pancasila Soekarno ada di pantat.”

Fahri melecehkan buruh migran dengan kata-kata ‘mengemis menjadi babu’. Rizieq Shihab melecehkan dasar negara dengan mengatakan ada di ‘pantat’.

Mungkin benar. Omongan kasar dan melecehkan, bagi mereka sudah biasa. Makanya mereka bingung kalau ada masyarakat yang tersinggung dengan bahasa kasar yang terlontar ke publik. “Yang melecehkan, yang mana? Omongan itu, kan biasa saja,” begitu pikirnya.

Saya jadi teringat sebuah kisah tentang warga suku terasing di pedalaman Amazone yang nyasar ke Las Vegas. Saat masuk ke sebuah club striptise, dia bingung mendengar komentar para penonton disana. Terutama mereka yang riuh ketika sang penari yang pelan-pelan mencopot bra-nya..

Dia bertanya ke teman yang mengajaknya, “Ini apanya sih, yang menarik?,” katanya bingung. Yups, baginya tidak ada yang menarik. Sebab di pedalaman Amazone, dia setiap hari bertemu perempuan tanpa bra. Biasa saja.

catatan perenungan dari Eko Kuntadhi

Tambahan:
Puisi untuk Fahri Hamzah dari Denny Siregar

Babu, itu katamu..

Seakan tiada lagi kata yang lebih baik bagi mereka yang sedang berjuang di tempat jauh..

Mungkin kamu tidak tahu
Tiga tahun lalu mereka semua memasukkan uang lebih dari 100 triliun rupiah..
Dua tahun lalu mereka bawa lebih dari 140 triliun rupiah
Dan kemarin diharapkan tumbuh karena ada kenaikan upah di Timur Tengah

Kita sejak lama menggelari mereka sebagai Pahlawan devisa
Karena ditengah lesunya ekonomi negara
Merekalah penyelamatnya..

Dengan semua apa yang mereka lakukan
Tetap kau beri nama mereka Babu
Sebutan yang sangat merendahkan..

Okelah, tuan..
Yang duduk di ruang dingin di Senayan
Yang kalau rapat tidur sampe ngiler tak tertahan
Kadang datang, seringnya enggan
Berjas tapi jarang bercelana dalam
Hidup ditunjang dari uang sidang

Maukah kau kuberi gelar
Yang sesuai dengan apa yang kau kerjakan
Dengan tanpa merendahkan..

Kita panggil saja dirimu Penjual Congor..

Modal ngomong ampe jontor
Kadang rusak kayak dislepet tali kolor
Kadang muncung kayak pinggiran kompor
Bentar, itu bibir apa traktor ?

Ah, jadi ingat kabar lama..
Ada yang dipecat dari partainya
Lalu mau ditendang dari kursinya
Sesenggukan di depan media
“Nanti keluargaku makan apa ?”

Ternyata babu yang kau bilang itu..
Jauh hidup lebih terhormat
Mereka hidup dari hasil keringat
Bukan makan dari hasil menjilat..

Sudah malam, puas hatiku..
Secangkir kopi telah kuseduh
Ingin kutawarkan padamu

Sini duduk dekatku..
Aku minum kopinya
Cangkirnya buat kamu..

Jangan ditelan
Kunyah aja perlahan..

Krauk.. krauk.. krompyang..
Mirip kuda lagi lebaran..

Apa Komentar Netizen?

https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fkuntadhi%2Fposts%2F10211808786558584%3Fcomment_id%3D10211819874915786&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fkuntadhi%2Fposts%2F10211808786558584%3Fcomment_id%3D10211819853675255&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fkuntadhi%2Fposts%2F10211808786558584%3Fcomment_id%3D10211809452295227&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fkuntadhi%2Fposts%2F10211808786558584%3Fcomment_id%3D10211810037109847&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fkuntadhi%2Fposts%2F10211808786558584%3Fcomment_id%3D10211810391038695&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fkuntadhi%2Fposts%2F10211808786558584%3Fcomment_id%3D10211810508201624&include_parent=false

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan