Inilah Ciri Muslim yg DANGKAL… Beragama Tanpa Ilmu, Mencari pun Tidak Mau…. MIRIS!!

Kemarin saya posting kutipan tulisan Ustaz Firanda tentang bidadari (klik disini bagi yg belum membacanya) Bagi yang belum tahu, Firanda ini sedang belajar di Madinah. Ia ustaz dari kelompok salaf.

Baca juga:

Kesalahan Berpikir Mayoritas Umat Islam

Ayat utama yang dibahas di tulisan itu adalah surat An-Naba 33. “Wakawa’ibu atraaba.” Ayat ini hanya terdiri dari 2 kata, menjelaskan tentang ayat sebelumnya, mengenai bidadari. Kata yang menjadi kontroversi adalah kawaa’ibu.

Apa arti kata itu? Ada yang menerjemahkannya sebagai gadis muda. Ada yang menjelaskan dengan lebih detil lagi, yaitu gadis yang masih perawan, yang teteknya bundar, kenceng, belum turun. Itulah penjelasan Ibnu Katsir.

Beberapa orang merasa gerah dengan penjelasan ini. Menurut mereka deskripsi ini cabul dan tak pantas. Buruk muka cermin dibelah. Penjelasan ulama dianggap tak pantas, eh mereka menyalahkan saya.

Beberapa orang memosting screen capture tafsir Ibnu Katsir. Kata mereka, tidak ada penjelasan soal tetek itu. Kang Hasan tukang fitnah!

Ini masalah pada orang-orang ini. Mereka terbiasa baca sekilas, lalu menyimpulkan. Yang mereka ambil cuma bagian awal dari tafsirnya. Kalau mereka melongok sedikit ke bawah, ada kok penjelasannya. Mungkin mereka fakir quota.

Yang lain bawa terjemahan Departemen Agama. Lho, ngapain? Saya menyampaikan tafsir Ibnu Katsir kok. Kalau kamu bawa terjemahan tafsir lain, mungkin memang tidak ada, karena ada mufassir lain yang hanya menerjemahkannya sebagai gadis remaja.

Baca juga:

Mengapa Umat Islam amat Sensitif?

Intinya adalah, Anda boleh tidak setuju dengan penjelasan Ibnu Katsir, tapi Anda jangan menyalahkan saya. Saya tidak bohong, dan tidak mengarang-ngarang. Andalah yang selama ini tidak pernah baca kitab tafsir. Ketika kepada Anda disampaikan fakta yang Anda tidak suka, Anda ngamuk dan menyalahkan penyampainya.

Ini tipikal orang-orang Islam di medsos. Mereka tidak punya pengetahuan.

  1. Tidak kenal ulumul Quran, meski sekedar dasarnya sekalipun.
  2. Tidak kenal ulumul hadist.
  3. Tidak kenal ushul fiqh.
  4. Tidak punya pengetahuan soal sejarah Islam secara komprehensif.
  5. Tidak punya pengetahuan tentang bahasa Arab.
  6. Tidak pernah mengkaji Islam dalam kajian terstruktur dan berkurikulum.
  7. Memahami Islam dari kajian-kajian gonta-ganti ustaz di mesjid, radio, dan TV.

Orang-orang seperti ini biasanya mengenal Islam dari satu sumber. Pemahaman mereka dangkal, sehingga tidak tahu bagaimana perbedaan pandangan yang ada. Ketika ada sesuatu yang berbeda, mereka langsung menyalahkan. Ditambah lagi, mereka punya mentalitas korban. Jadi, informasi yang berbeda selalu mereka anggap dari musuh Islam. Bayangkan, salah satu komentator di posting saya itu sampai menyebut Ibnu Katsir itu Yahudi.

Orang cerdas akan meneliti kebenaran informasi, menelitinya dengan jujur. Orang bodoh akan menolak informasi yang berbeda dari yang selama ini ia ketahui. Ini tipikal orang yang awet bodoh. Awet, karena ia tidak mau memperbarui pengetahuannya.

catatan Kang Hasan di Facebook

Tanggapan Netizen

https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1331748206873117%3Fcomment_id%3D1331784480202823&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1331748206873117%3Fcomment_id%3D1331771883537416&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1331748206873117%3Fcomment_id%3D1331781613536443&include_parent=false

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan