“Kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?” MAAF, tapi Habib Rizieq memang BERHAK mengeluarkan statement itu! Share!

Sebagai seorang liberal, seorang yang percaya pada kebebasan sipil untuk berpikir dan menyuarakan pendapat, aku mendukung penuh hak asasi seorang Rizieq Shihab untuk mengeluarkan pernyataan semacam itu. 

Di bawah payung demokrasi, setiap orang semestinya bebas mengutarakan opininya selama tidak mengandung bahaya riil.

Lain halnya jika Rizieq mengeluarkan ancaman nyata, seperti menyerukan pembunuhan atau penyerangan (Seingatku, dia pernah juga membuat pernyataan semacam ini). Yang seperti ini lebih layak dikriminalkan karena mengandung bahaya yang secara nyata mengancam hidup orang lain.

Aku tersinggung. Kamu tersinggung. Kita semua saling menyinggung dan tersinggung. Tapi negara tidak perlu dan tidak seharusnya ikut campur mengurusi rasa tersinggung kita.

Negara sudah punya cukup banyak permasalahan kriminal riil yang perlu diselesaikan: pembunuhan, perampokan, korupsi, perusakan hutan, terorisme, pelanggaran lalu lintas, semua yang secara aktual dan faktual memang membahayakan kepentingan umum.

Meminta negara untuk terlibat dalam urusan perasaan hanya akan mengakibatkan over-kriminalisasi. Terbuangnya waktu, tenaga, dan sumber daya negara secara sia-sia untuk mengurusi hal remeh yang sebenarnya tidak membahayakan siapa-siapa.

Lebih-lebih lagi, komentar Rizieq itu sebenarnya merupakan argumen teologis. Argumen hendaknya dibalas argumen, bukan dibalas kriminalisasi. Demokrasi seharusnya menjamin setiap warga untuk bebas berdebat, termasuk tentang agama. Setiap warga harus harus bisa saling mendebat dan didebat tanpa takut dikriminalkan.

Rizieq Shihab tidak bersalah dengan komentarnya kali ini. Itu posisiku.

Tapi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang melaporkan Rizieq Shihab memang punya dasar. Apa mau dikata, kita memang punya pasalnya. Pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama. Meski pun dalam sejarahnya, pasal ini nyaris selalu digunakan untuk melayani rasa tersinggung umat mayoritas yaitu Islam, tapi isi pasal ini sendiri sebenarnya netral. Dalam arti bahwa pasal ini melindungi SEMUA agama dari penistaan, bukan satu agama saja.

Kalau seseorang bisa diperkarakan karena dianggap menistakan agama Islam, mengapa tidak untuk agama Kristen dan lainnya? Ini langkah yang patut dicoba dan diapresiasi untuk menantang sejauh mana negara konsisten dengan pasal ini. Karena pada akhirnya, mereka yang paling sering mengkriminalkan orang lain dengan pasal penistaan agama, adalah mereka juga yang paling sering menistakan agama orang lain.

Siapkah Rizieq Shihab memakai standar yang sama yang selalu dia gunakan untuk menghakimi orang lain? Siapkah semua mimbar kebencian itu dikriminalkan dengan standar yang sama?

Tantang. Gunakan pasal yang sama untuk menyerang balik mereka yang selama ini mengeksploitasinya. Langkah mahasiswa PMKRI patut direplikasi untuk menguji relevansi pasal bermasalah ini.

Kalau selama ini mereka yang dituduh menista Islam kemudian diputuskan bersalah, maka Rizieq Shihab juga harus bersalah. Tapi jika Rizieq Shihab dinilai tidak bersalah, maka negara harus meminta maaf pada seluruh korban pasal penistaan agama selama ini. Pasal ini harus dicabut.

Aku tersinggung. Kamu tersinggung. Kita semua saling menyinggung dan tersinggung. Biar lah kita menjadi dewasa menghadapinya.

sumber: catatan Mita Handayani di Facebook

Komentar Netizen

https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fpradnya.paramita.handayani%2Fposts%2F1614191262221849%3Fcomment_id%3D1614193325554976&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fpradnya.paramita.handayani%2Fposts%2F1614191262221849%3Fcomment_id%3D1614193325554976%26reply_comment_id%3D1614195395554769&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fpradnya.paramita.handayani%2Fposts%2F1614191262221849%3Fcomment_id%3D1614193325554976%26reply_comment_id%3D1614202468887395&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fpradnya.paramita.handayani%2Fposts%2F1614191262221849%3Fcomment_id%3D1614194452221530&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fpradnya.paramita.handayani%2Fposts%2F1614191262221849%3Fcomment_id%3D1614196678887974&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fpradnya.paramita.handayani%2Fposts%2F1614191262221849%3Fcomment_id%3D1614194225554886&include_parent=false

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan