Umat Islam semakin tidak bisa menghargai PERBEDAAN… ini sungguh MENGGELISAHKAN….

Perbedaan orang yang paham dengan yang tak paham adalah soal menghargai perbedaan. Orang paham akan menghargai perbedaan. Orang yang tak paham akan melihat segala sesuatu secara tunggal saja. Hal yang berbeda dari yang ia anut, akan dia anggap sesat.

Soal hubungan Islam-Kristen, jumhur ulama dari berbagai mazhab, Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali, berpendapat bahwa pria muslim boleh menikahi perempuan Yahudi dan Nasrani. Ada banyak dalil yang menyebutkan bahwa para sahabat melakukannya.

Baca juga: Umat Islam yg Kekanak-kanakan

Tentu saja ada perbedaan pandangan. Ada kalangan ulama yang menganggap haram hukumnya bagi muslim menikahi wanita Yahudi atau Nasrani.

Nah, kalau menikahi saja boleh, bagaimana mungkin seorang suami dilarang mengucapkan selamat Natal kepada istrinya?

Apakah fatwa MUI soal haramnya memberi selamat Natal, atau memakai atribut Natal itu salah? Tidak. Fatwa itu tidak salah. Tidak boleh ada orang atau pihak yang menyalahkan ijtihad orang lain. Tapi sebaliknya, ijtihad MUI itu juga tidak bisa membatalkan pendapat pihak lain yang tidak mengharamkan.

Ini hal dasar dalam Islam. Kegelisahan saya bukan pada soal MUI mengharamkan ucapan selamat Natal. Tapi pada soal minimnya ilmu kebanyakan orang, sehingga gagal memahami soal dasar ini. Orang hanya sanggup melihat satu pandangan fiqh saja. Artinya apa? Artinya umat kita semakin bodoh, tidak berilmu. Itu sungguh menggelisahkan.

Baca juga: Mengapa Umat Islam perlu Belajar dari Umat Buddha?

Tambahan:

Yang biasanya komentar “ngaji dulu” itu biasanya justru orang yang nggak ngaji. Kok tahu? Dari sikap dia.

Orang yang punya ilmu, biasa ngaji, pasti tahu soal bagaimana bersikap dalam perbedaan. Bila itu menyangkut soal pandangan terhadap agama, maka jelas prinsip bahwa perbedaan itu lumrah adanya. Dalam soal fiqh kita punya 4 mazhab besar, pandangan mereka beda-beda. Ada yang sampai diametral sifatnya.

Jadi, kalau berbeda, biasa saja. Perbedaan tidak membuat satu pihak salah. Islam tidak mengenal kebenaran tunggal. Kebenaran Islam itu lebar. Kita diberi ruang untuk berdiri di posisi yang berbeda.

Maka orang yang punya ilmu tidak akan marah dengan perbedaan. Biasa saja. Yang marah itu adalah yang tidak berilmu. Ia hanya dapat satu. Yang lain dia tak tahu. Maka kalau ia melihat hal berbeda dari yang ia tahu, maka ia tak terima. Itu pasti salah menurut dia.

Ia bilang “ngaji dulu” maksudnya kamu tidak punya pandangan yang sama dengan pandanganku. Itu artinya kamu mesti ngaji, sampai pandanganmu sama dengan pandanganku. Karena hanya pandangankulah yang benar.

Baca juga: Kesalahan Berpikir Mayoritas Umat Islam

sumber tulisan: catatan Kang Hasan (Hasanudin Abdurakhman) di Facebook

Celoteh Netizen

https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fhasanudin.abdurakhman%2Fposts%2F10211191630727391%3Fcomment_id%3D10211191666408283&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fhasanudin.abdurakhman%2Fposts%2F10211191630727391%3Fcomment_id%3D10211191717929571&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fhasanudin.abdurakhman%2Fposts%2F10211191630727391%3Fcomment_id%3D10211192125219753&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fhasanudin.abdurakhman%2Fposts%2F10211191630727391%3Fcomment_id%3D10211191653607963&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1305316792849592%3Fcomment_id%3D1305321699515768&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1305316792849592%3Fcomment_id%3D1305329719514966&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fh.abdurakhman%2Fposts%2F1305316792849592%3Fcomment_id%3D1305385579509380&include_parent=false

Baca juga: Mengapa Pemeluk Agama Bisa Bersikap Intoleran?

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan