Gerakan Belanja di Toko Pribumi adalah Gerakan yg Memecah Belah Kesatuan NKRI!

Beberapa hari ini warga dikejutkan dengan adanya spanduk yang dipasang dengan tulisan “Gerakan Belanja di Toko Pribumi – Lawan Pejajahan Asing dan Aseng“. Di spanduk juga tertulis Gerakan Pribumi Berdaulat Magelang Raya. Gerakan ini untuk melawan penjajahan asing dan aseng dengan berbelanja di Toko-toko pribumi.

Gerakan Belanja di Toko Pribumi
adalah Gerakan yg Memecah Belah Kesatuan NKRI!

Anang Imamudin, korlap GPBMR mengatakan bahwa gerakan ini supaya menginspirasi umat Islam seluruh Indonesia. Dari Muntilan, Magelang, dia mengajak meninggalkan kebiasaan berbelanja di Toko, Swalayan, Supermarket milik orang asing dan aseng.

Baca juga: Kenapa Umat Islam Gampang Ngamuk?

Yang menjadi pertanyaan adalah apa benar sekarang pribumi sedang dijajah? Kata jajah berarti menindas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bukankah selama ini orang-orang yang “merasa” paling pribumi yang melakukan hal tersebut kepada orang-orang yang dianggap tidak memiliki hak atas negara ini?

Seharusnya orang-orang yang tidak dianggap pribumi lah yang merasa terjajah. Jangan merasa dijajah dan selalu menjadi KORBAN bila tidak ada niat dan usaha untuk bersaing. Mengeluh bukanlah jalan keluarnya. Semangat dan kreatifitas lah yang dibutuhkan.

Kalaupun memang ingin “membela” pribumi Indonesia, mengapa ada bendera hitam (mirip ISIS) di spanduk yang mereka pasang? Bukankah bendera kebangsaan kita hanya merah putih? Dalam sejarah Indonesia tidak pernah ditemui catatan adanya bendera hitam tersebut. Kalau begitu sebenarnya siapa yang sedang mereka bela?

Baca juga: Mengapa Umat Islam amat Sensitif?

Sudah seharusnya negara segera bertindak tegas agar hal-hal seperti ini tidak terus terjadi. Kita adalah satu Indonesia. Jangan sampai dipecahkan oleh kepentingan kelompok atau ormas tertentu.

Jangan pernah mengaku PRIBUMI INDONESIA bila dengan sengaja dan bangga membuat kesatuan bangsa terpecah.

sumber: catatan Enrieqco Lie di Facebook

Komentar Netizen

https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fenrieqco.lee%2Fposts%2F10202502012747161%3Fcomment_id%3D10202509795101715&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fenrieqco.lee%2Fposts%2F10202502012747161%3Fcomment_id%3D10202509809022063&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fenrieqco.lee%2Fposts%2F10202502012747161%3Fcomment_id%3D10202509813142166&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fenrieqco.lee%2Fposts%2F10202502012747161%3Fcomment_id%3D10202509970906110&include_parent=false
https://www.facebook.com/plugins/comment_embed.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fenrieqco.lee%2Fposts%2F10202502012747161%3Fcomment_id%3D10202509660698355&include_parent=false

Baca juga: Umat Islam Seperti Buih di Lautan

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan