Cuplikan Sejarah: Para Pejabat Kristen yg memegang Posisi Penting Pada Masa Muawiyah

Hari-hari ini masyhur riwayat tentang penolakan Umar terhadap ahli keuangan beragama Kristen pada masa pemerintahannya. Ini dijadikan alasan bagi orang-orang untuk menolak pemimpin dari kalangan Kristen. Tapi itu bukan satu-satunya catatan sejarah tentang orang Kristen dalam pemerintahan Islam. 

Para Pejabat Kristen Pada Masa Muawiyah

Salah satu istri Muawiyah adalah orang Kristen. Namanya Maysun. Ia beragama Kristen sekte Yakobus, berasal dari suku Kalb. Dari Maysun ini lahirlah Yazid, yang kelak menggantikan Muawiyah sebagai khalifah. Maysun enggan tinggal di istana. Ia membawa Yazid hidup di tengah gurun, di Palmyra.

BACA JUGA: Pejabat Non Muslim di Jaman Khilafah

Orang Kristen penting lain dalam kekuasaan Muawiyah adalah keturunan Manshur bin Sarjun. Keluarga ini menjadi pengelola keuangan pada masa Bizantium, yang kemudian ditaklukkan. Mereka tetap berperan pada masa Muawiyah dalam hal pengelolaan keuangan. Jabatan ini sangat penting. Pengelola keuangan dianggap sebagai jabatan tertinggi setelah panglima tertinggi militer.

Ada pula dokter khalifah, Ibnu Utsal yang kemudian diangkat Muawiyah sebagai pengawas keuangan di provinsi Himsh. Lalu ada penyair istana bernama al-Akhtal. Ia biasa keluar masuk istana dengan lambang salib terkalung di lehernya.

Saking dekatnya orang-orang Kristen ini dengan Muawiyah, ketika diantara mereka berselisih, antara sekte Yakobus dan Maronis, mereka meminta Muawiyah untuk menyelesaikannya. Muawiyah juga membangun sebuah gereja yang rusak akibat gempa di Edessa.

(Dari buku History of the Arabs, Phillip K. Hitti) – disalin dari catatan Kang Hasan di Facebook

Baca juga: Para Pemimpin Kristen di Kawasan Muslim

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan