Sumanto Al Qurtuby Berbagi Kisah tentang Kematian dan Dunia Lain

Apakah anda percaya dengan “dunia lain”? Apakah Anda percaya dengan makhluk “dunia lain”? Apakah Anda percaya kalau orang wafat sebetulnya tidak “wafat” tapi cuma “pindah hidup di dunia lain” saja? Apakah Anda percaya kalau orang-orang terkasih yang “wafat” sebetulnya tetap setia menjaga kita dari “dunia lain” itu? Dengan kata lain, sebetulnya tidak ada yang namanya “kematian” karena orang yang mati itu sebetulnya hidup hanya di dunia yang berbeda saja.

Setiap agama dan kepercayaan memiliki tafsir dan penjelasan sendiri-sendiri tentang kematian dan dunia lain. Setiap budaya dan masyarakat memiliki pemahaman masing-masing mengenai kematian dan hal-ikhwal dunia lain. Kaum agamawan dan sekularis, kaum teis dan ateis, semua memiliki tafsir sendiri-sendiri tentang kenapa orang mati dan bagaimana dengan situasi dunia lain paska kematian.

Banyak orang menganggapku tidak percaya dengan “dunia lain”. Mungkin karena mereka menganggapku “sekuler-liberal” jadi dikira saya tidak mempercayai “dunia mistis disana”. Salah besar, saya itu seorang yang “sangat spiritualis” dan percaya sekali dengan “dunia mistis”.

Meskipun sudah kemana-mana, saya tetap seorang “Muslim Jawa” dan “dunia Jawa” serta pandangan hidup orang Jawa adalah “sangat spiritualis dan mistis” sekali. Jika ada orang Jawa tapi kok tidak spiritualis dan tidak percaya dengan dunia mistis apalagi menyerang hal-ikhwal yang berhubungan dengan “dunia lain”, maka perlu diragukan ke-Jawa-annya he he.

Ini kisah nyata. Saya mau berbagi pengalaman disini dengan para jama’ah Facebook yang budiman. Suatu saat saya pernah tinggal serumah selama 2-3 bulan dengan seorang teman kuliah di pinggiran kota Boston, Massachusetts. Rumahnya sangat tua, seabad lebih. Temanku, seorang warga Amerika (dan laki-laki) tinggal sendirian disini.

Nah pada malam pertama saya tinggal di rumah itu, ketika tidur dalam gelap (saya kalau tidur pasti dalam “kegelapan”), seperti ada seorang ibu bule paruh baya menggangguku: memegang-megang kepalaku, menggoyang-goyang badanku.

Saya antara sadar dan tidak waktu itu. Seperti dalam mimpi tapi auranya kuat sekali. Kemudian tiba-tiba datang almarhum ayah seperti memintanya untuk pergi dan tidak menggangguku. Dan memang sejurus kemudian, ibu bule itu langsung pergi.

Pagi harinya, saya ceritakan kejadian itu kepada temanku yang sekuler dan “setengah ateis” itu he he. Eh dia malah tertawa seraya berkata: “Itu ibuku. Kamar yang kamu pakai untuk tidur itu adalah kamar ibuku yang baru saja meninggal”.

Itu cerita “dunia lain” bagian pertama, yang berikutnya menyusul saja ya (kalau gak kelupaan sih he he). Apakah Anda juga pernah mengalami hal serupa? Silakan berbagi cerita disini…

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan