Menilai Air Mata Ahok di Persidangan

Ahok adalah manusia biasa, sama seperti aku, kamu, kalian dan kita semuanya. Tentu kita semua pernah tertawa dan menangis, namun tak seviral menangisnya Ahok yang jadi perbincangan di media sosial. Wajar saja karena sebelumnya sering kita melihat gaya Ahok yang ‘meledak-ledak’ dan keras, eh lha kok bisa nangis juga ternyata. 

Menilai Air Mata Ahok di Persidangan
Menilai Air Mata Ahok di Persidangan

Menilai Air Mata Ahok di Persidangan

Tentang Ahok, baca juga:

Menurut saya, disinilah cara Allah SWT sedang bekerja menyentuh hati seorang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Sah-sah aja jika ada yang mengatakan tangisan Ahok sandiwara, malah ada juga yg bilang tangisan Buaya. Silahkan, itu hak mereka untuk mengatakan apapun persepsi tentang air mata Ahok saat di persidangan terkait kasus dugaan penodaan agama Islam.

Namun setelah saya cermati….

kebanyakan yang mengatakan itu menolak mengatakan tangisan Buaya dan sandiwara kepada Angelina Sondakh (terpidana kasus korupsi), tangisan dan pelukan Lulung bersama mantan menteri Agama Suryadarma Ali (terpidana kasus korupsi dana haji) paska divonis hakim bersalah.

H. Lulung nangis bombay

Mereka juga menolak mengatakan sandiwara Udar Pristono, Mantan Kadishub DKI (terpidana kasus korupsi) saat ia pura² sakit duduk dikursi roda menjelang vonis hakim terhadapnya.

Ah….Sudahlah. Maafkan mereka ya, pak Ahok. Dimataku Anda lebih mulia daripada mereka.

Aku percaya air mata Anda bukan air mata buaya dan bukan juga sandiwara. Itu hanya air mata ’emosi’ kekecewaan yang besar, akibat perilaku saudara seimanku yang tak tahu diri dan menafikkan atas apa yang Anda lakukan selama ini untuk umat Islam…

  • Mereka menafikkan Marbot Masjid yang kau berangkatkan umrah ke tanah suci.
  • Mereka menafikkan para fakir miskin dan anak yatim yang rutin kau santuni.
  • Mereka menafikkan sumbangan hewan kurban yang kau beri tiap tahun dari uang pribadi.
  • Mereka menafikkan Masjid-Masjid megah yang kau bangun selama ini.
  • Bahkan, mereka juga menafikkan oknum politisi Muslim yang menjual ayat² demi kekuasaan.
  • Mereka juga menafikkan pembongkaran lokalisasi prostitusi yang tidak mampu dtertibkan oleh Gubernur² muslim sebelumnya.

Namun sayang, apapun kebaikan yang kau lakukan untuk umat Islam, tetap saja kau dicap mereka sebagai “Kafir zalim”.

Padahal tidak semua kafir itu zalim dan tidak semua umat muslim itu alim.

Pada zaman Rasulullah SAW ada golongan kafir “dzimmi”, yaitu kafir (non-muslim) yang baik, tidak memerangi/memusuhi umat islam. Kaum muslimin dilarang untuk dimusuhi mereka.

Itulah salah satu alasan mengapa saya dukung Ahok yang non-muslim. Dalam dirinya ada nilai kejujuran, amanah, dan rasa prikemanusiaan yang begitu besar terhadap sesama. Hal ini sesuai dengan apa yang diajarkan agama. Namun tentu sebagai manusia biasa ia juga tak luput dari segala kekurangan dan kesalahan.

Jika seandainya ada yang mengharapkan Ahok agar masuk Islam, ya do’akan saja dan tunjukkan pada dia akhlaq dan perilakumu yg baik. Biarkan Tuhan bekerja dengan kekuasaan-Nya. Siapapun yang mendapat hidayah atau tidak, bukan urusan manusia.

Pada zaman Rasulullah banyak kaum musyrikin dan kafir memeluk Islam bukan karena kekersan dan ancaman, melainkan karena akhlaq Rasulullah SAW yang baik sesuai ajaran Al-Qur’an.

Saya akan lebih bangga kepada kaum non muslim (kafir dzimmi) seperti Ahok, dari pada oknum yang mengaku muslim tapi penista agama, “bersumbu cingkrang” penjual ayat² suci Al-Qur’an demi kekuasaan.

“Ya Allah ya Tuhanku, mengapa orang yang ingin menjunjung martabat kaum Muslim dan rakyat miskin untuk mendapatkan kesejahteraannya justru dijegal, difitnah, diteriaki “bunuh Ahok”, dimaki dan dihina oleh sebagian dari saudara seiman-ku?”

Sesungguhnya mereka yang seperti itu tidak tahu apa yang sedang mereka perbuat. Mereka berakal namun tak mau berfikir dan mereka berhati tapi tak ber-nurani.

sumber: catatan Yusuf Muhammad di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan