Banyak Muslim yg hidup MENGABAIKAN Syariat Islam, tapi Merasa sedang Menjalankan Islam dengan Kaffah!

Ayat di surat Al-Maidah 51 itu latar belakangnya adalah persekutuan yang dibuat oleh Abdullah bin Ubay dengan Yahudi Bani Qaunuqa. Ini adalah perjanjian untuk saling melindungi. Dalam istilah modern, kita mengenalnya sebagai persekutuan militer. 

Arab Saudi adalah sekutu militer penting bagi Amerika di Timur Tengah. Pada saat yang sama Amerika juga bersekutu dengan Israel, kita semua tahu itu. Amerika jelas bukan negara Islam, kan?

Baca juga: Umat Islam yg Kekanak-kanakan

Pernahkah kita dengar orang gencar mengkampanyekan surat Al-Maidah 51 terhadap hubungan Saudi dengan Amerika? Tidak. Oh, itu tidak relevan buat kita, karena kita bukan warga Saudi. Siapa bilang tidak relevan? Setiap tahun jutaan umat Islam pergi haji ke Saudi, di bawah perlindungan persekutuan militer itu.

Orang-orang mengaku anti riba. Eh, sebenarnya mata uang yang kita pakai sekarang ini produk riba. Kalau mau serius berpegang pada dalil-dalil, Islam hanya membenarkan penggunaan sesuatu yang punya nilai intrinsik sebagai alat tukar, utamanya emas dan perak. Uang nominal itu nyaris tak punya nilai intrinsik. Nilai yang tertera padanya jauh di atas nilai intrinsiknya. Artinya, ada nilai yang ditambahkan kepada kertas/logam yang dipakai sebagai mata uang. Penciptaan atau penambahan nilai itulah riba.

Kalau soal-soal intrinsik-nominal itu terlalu sulit untuk dipahami, kita buat mudah saja. Uang kertas itu diterbitkan oleh Bank Indonesia, bank sentral kita. Dengan sistem apa BI bekerja? Dengan sistem bunga. BI itu bukan bank syariah. Segala sesuatu dalam sistemnya ditentukan berdasar tingkat suku bunga.

Baca juga: Muslim Tidak Perlu Alergi dengan Kata Kasih

Berhadapan dengan kenyataan ini banyak orang berdalih bahwa ini keadaan darurat. Ya, ini keadaan darurat sampai akhir zaman 😂 Keadaan darurat di mana tak seorang pun mengambil langkah untuk menghindarinya. Keadaan darurat di mana seluruh orang menikmatinya! 😂

Begitulah. Banyak orang yang hidup dengan mengabaikan syariat Islam, tapi merasa sedang menjalankan Islam dengan kaffah. Merasa, itu adalah salah satu bagian paling nikmat dalam beragama.

sumber: catatan Kang Hasan di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan