Tulisan Satire dari Netizen ini akan membuat kita menyadari tentang “indahnya toleransi” yg dipaksakan kaum radikal!

Kalau kamu seorang perempuan, lalu diserang dengan ayat-ayat yang melarang kamu menjadi pemimpin, kamu tidak boleh marah apalagi membantah. Diam saja ya. Dengarkan dan mengangguk saja, karena ini firman Tuhan. Membantah berarti meragukan Tuhan, dan itu penistaan. 

Indahnya Toleransi

baca juga: Kenapa Umat Islam Gampang Ngamuk?

Kalau suamimu ingin menikah lagi, iya kan. Halal. Kalau suamimu mengajak, jangan sekali-kali tolak. Haram. Malaikat akan mengutukmu sampai pagi. Tidak usah coba-coba juga untuk mencari tafsir yang lebih feminis dan berpihak pada perempuan, karena kamu bukan ulama. Kamu cuma perempuan yang akalnya lemah dan kesaksiannya dihitung setengah. Apalagi, ha? Sudah, jangan berisik. Perempuan soleha itu penurut. Ssst…

Kalau kamu seorang gay, lalu diancam dengan teks-teks agama yang mengatakan kamu layak dibunuh, dibakar, dilempar dari ketinggian, kamu tidak berhak tersinggung. Ini perintah Tuhan loh, masih untung ada yang mengingatkanmu.

Bertobat lah dan belajar lah untuk menyukai lawan jenis. Tidak bisa? Itu kurang usaha! Tidak mampu? Kamunya saja yang tidak mau! Jangan coba-coba juga mencari tafsir yang lebih progresif dan humanis, karena kamu bukan ulama. Kamu cuma kaum sodom yang akan mengundang azab kalau tidak segera diberantas. Sudah jangan banyak alasan, diam dan iyakan. Ssst…

Baca juga: Mengapa Umat Islam Tidak Maju² ?

Kalau kamu seorang non-muslim, lalu dibacakan padamu dalil-dalil bahwa kamu itu najis, akan masuk neraka, disiksa selamanya, tidak boleh dijadikan sebagai pemimpin, sahabat, harus diperlakukan sebagai warga kelas dua yang berbeda dari orang beriman, ya sudah terima saja!

Mau apa, ha? Ini agama kami. Tidak usah protes apalagi melawan. Apa kami kurang toleran? Kalau ada bom meledak, ya terima kasih lah karena cuma satu bukan sepuluh. Kalau ada gereja diserang, ya terima kasih lah karena cuma sepuluh bukan seratus. Jangan lebay deh, gak bersyukur banget. Lihat tuh di luar sana, masih bagus kamu bisa hidup di sini.

Tidak usah juga coba-coba mencari tafsir yang lebih pluralis dan setara, karena kamu bukan ulama. Kamu cuma orang kafir yang ga berhak ngomong sama sekali tentang agama ini. Sudah jangan minta kebanyakan. Kalau kami sudah marah, tau rasa kamu nanti. Ssst…

Baca juga: Mengapa Umat Islam amat Sensitif?

Kalau kamu seorang Muslim, kamu juga jangan coba-coba membela mereka. Kamu munafik atau apa sih, ha? Jangan sok toleran. Dengar kata ulama. Bahkan kalau kamu seorang ulama, kamu juga jangan coba-coba berpendapat yang ga sesuai dengan ulama kami. Karena pendapat ulama kami yang pasti benar. Kami yang punya surga. Kalau ada ulama yang berani punya pendapat berbeda dengan ulama kami, berarti dia ulama palsu, liberal, pengkhianat, sesat, tempatnya di neraka jahanam.

Apalagi, ha?
Cukup diam dan dengarkan kami berkoar menebar benci dan diskriminasi ke empat penjuru negeri, apa susahnya sih? Ini kebebasan beragama loh, dijamin undang-undang. Agama kami yang memang begini. Apa, ha? Gak suka?

Sudah, diam lah. Ssst..Indahnya toleransi.

sumber tulisan: Mita Handayani di Facebook

Indahnya Toleransi

Indahnya Toleransi (sebiuah tulisan satire)

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan