Menjaga Agama Islam dari Penyusup Kaum Radikal

Agama saya seringkali dicatut dan ‘dibajak’ oleh sekelompok kaum radikal pelaku kejahatan, khususnya kejahatan terorisme yang masuk kategori “extraordinary crime” (kejahatan luar biasa).

Menjaga Agama Islam dari Penyusup Kaum Radikal
Menjaga Agama Islam dari Penyusup Kaum Radikal

Menjaga Agama Islam dari Penyusup Kaum Radikal

Seringkali kita salah kaprah dan salah cara, untuk menjaga Islam dari persepsi negatif oleh beberapa orang. Kita ingin Islam dipandang baik sesuai ajarannya, namun malah justru kebalikannya. Mungkin karena kita jarang mau mengoreksi kalangan internal sendiri (sesama saudara seiman) dan sibuk menyalahkan pihak luar.

Ketika ada kejahatan terorisme yang dilakukan oleh pelaku ber-KTP Islam, kita sering tidak terima dan justru ber-su’udzon serta menolak untuk disalahkan. Dari situ, sikap munafik pun tidak sadar telah ditampakkan dan dipertontonkan di ruang umum.

Baca juga: Teroris adalah Penista Agama Islam yg Sebenarnya!

Harusnya kita sadar, bahwa kejahatan terorisme yang dilakukan oleh kelompok radikal itu juga akibat kita suka menutupi kesalahan yang dilakukan oleh kalangan internal. Seakan-akan siapapun yang beragama Islam, ia akan selalu dibenarkan dan ditutupi kesalahannya. Disinilah letak kesalahan awal kita.

Akibat sikap internal yang seakan selalu menutupi kesalahan dan suka mencari ‘kambing hitam’, itu dapat dimanfaatkan oleh kaum radikal untuk menyusup dan melakukan kejahatan dengan mencatut nama islam. Mereka beranggapan, jika mengatasnamakan Islam maka otomatis akan dapat perlindungan. Ini akan bahaya jika dibiarkan.

Lalu bagaimana cara kita menjaga Agama, khususnya agama Islam dari penyusup kaum radikal dan teroris ?

Kita harus gentelmen, tegas dan jangan ‘melindungi’ kesalahan pelaku kejahatan yang mencatut nama Islam. Kita juga harus mengedukasi, bahwa kejahatan yang dilakukan sejatinya bukan dari ajaran Islam, karena Islam mengajarkan kedamaian dan Islam agama yang rahmatan lilaalamiin.

Baca juga: Bukan Kaum Komunis yg harus diwaspadai tapi Kaum Islamis Radikal!

Kejahatan apapun yang dilakukan manusia, agama tidak pernah salah, karena yang salah tetap pada manusia. Dan calon ‘pengantin’ bom bunuh diri yang ditangkap di Bintara, Bekasi, Jawa Barat pada, Minggu (10/12/16) adalah bukti kejahatan “brainwash” yang dilakukan oleh kelompok radikal dengan mencatut nama agama.

Jika kita tegas mengintropeksi kesalahan pada internal, tentu pihak luar, khususnya kaum radikal pun akan berfikir seribu kali untuk melakukan kejahatan dan menyusup untuk berlindung dibalik nama Islam. Begitu juga sebaliknya.

Jadi agama apapun jika manusia mampu mengamalkannya dengan benar, maka akan tercipta suatu kedamaian dalam kehidupan. Begitu juga sebaliknya. Kita semua memang bersaudara, namun yang benar katakan benar dan yang salah tetap katakan salah.

Islam mengajarkan kedamaian dan realistis, bukan anarkis…!!!

sumber: catatan Yusuf Muhammad di Facebook

Baca juga: Islam dan Teroris Muslim

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan