Hentikan Boikot Sari Roti karena Rakyat Kecil yg Kena Dampaknya!

Pagi ini beli roti lebih banyak dari biasanya. Sejak pindah ke sini punya langganan tukang roti keliling. Namanya pak Thurmuzi. Beliau sudah tua, tapi masih kerja karena punya keluarga yang harus disokong. Anaknya masih sekolah dan ada biaya kontrak rumah yang nilainya cukup lumayan buat beliau.

Hentikan Boikot Sari Roti

pak Thurmuzi. image by Fauzan Emmerling

Pagi ini beliau curhat, sudah 3 hari jualannya tidak laku.

“Pada mboikot mas ndak mikirin orang kecil kayak saya ini harus makan. Seenaknya aja mentang-mentang pada demo. Saya yang pusing sekarang. Anak istri mau dikasi makan apa. Cari uang udah susah malah ditambah susah…”

baca juga:Saya Muslim, Saya Nonton Metro TV dan Makan Sari Roti

Saya langsung beli lebih banyak. Saya juga punya keluarga dan tau rasanya kalau tidak bisa makan, pengalaman jaman muda dahulu.

Saya memang tidak ikut boikot karena menurut saya menggelikan. Dibalik perusahaan Sari Roti tersebut banyak sekali pak Thurmuzi pak Thurmuzi lainnya yang bergantung dari berjualan roti merk tersebut.

Anda mungkin bisa berkata, “Kan tinggal berjualan roti lain

Gampang dan enak ya bilangnya. Kenyataannya masyarakat seperti pak Thurmuzi tersebut sulit sekali mencari pekerjaan dan yang lebih mampu harusnya malah membantu mereka. Ijazah belum tentu punya, faktor umur dan segudang faktor penghambat lainnya sering membuat mereka sulit dalam urusan mencari pekerjaan. Belum lagi kalau mengingat pekerja-pekerja di pabrik yang juga menggantungkan hidupnya dari roti tersebut.

Mohon anda-anda semua wahai para pemboikot yang merasa hidupnya sudah sangat suci sehingga tidak mungkin salah memikirkan saudara-saudara sebangsa kita ini juga. Kebencian yang sudah akut sampai tidak menggunakan akal sehat ini sudah kelewatan. Akal sehat yang diberikan Allah SWT sudah tidak dipakai, hanya kebencian yang dipakai.

Baca juga: Pesan dari Seorang Atheis Kepada Pembenci Sari Roti

Selain boikot juga sampai buang makanan segala. Itu namanya mubazir dan itu dilarang oleh Rasullulah SAW. Tahukah anda bahwa banyak orang yang kelaparan setiap harinya dan anda malah buang-buang makanan yang seharusnya buat mereka? Sekarang terasa semakin kelewatan karena khotbah Jumatan kemarin juga membahas Sari Roti dan mengajak orang membenci. Apa begini yang namanya Rahmatan lil Alamin?

Saya muslim dan saya akan tetap beli Sari Roti karena memang sudah disertifikasi halal dan juga enak rotinya. Saya ga punya KTP DKI juga jadi untuk pilgub tidak ada hubungannya dengan saya. Selain itu saya bisa bantu pak Thurmuzi dan tidak tahu berapa banyak lagi buruh yang bekerja di pabriknya. Anda mau benci saya, mau bilang saya auto kafir atau antek asing atau mau unfriend saya itu terserah anda. Hanya Allah SWT yang berhak menilai iman saya, bukan anda.

To be clear ya, saya bukan bela sari roti-nya. Kalau kondisinya perusahaan roti lain yang diginiin tetep saya bela juga karena ini untuk orang-orang yang mencari rezeki di perusahaan tersebut

Silahkan share jika anda berkenan. Kita bantu juga saudara-saudara kita, rakyat kecil yang berjualan. Jika anda ingin menghubungi pak Thurmuzi untuk tabayyun silahkan DM saya.

sumber: catatan Fauzan Emmerling di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan