Menimbang Kelayakan Agus Yudhoyono Menjadi Gubernur DKI

Mari kita lupakan Ahok. Mari bicara soal Agus, yang kabarnya sedang menanjak elektabilitasnya. Kita hendak memilih Gubernur DKI Jakarta, dan kita mempertimbangkan untuk memilih Agus. Apa pertimbangan kita?

Menimbang Kelayakan Agus Yudhoyono Menjadi Gubernur DKI
Menimbang Kelayakan Agus Yudhoyono Menjadi Gubernur DKI

Menimbang Kelayakan Agus Yudhoyono Menjadi Gubernur DKI

Pertama, Agus itu seorang muslim. Aman, sebagai muslim kita tidak akan kena ancaman kafir atau murtad, karena memilih dia.

Lalu, apa pertimbangan berikutnya? Bagaimana proses seleksi sehingga Agus dianggap terbaik di antara berbagai bakal calon yang sudah lama ada? Kenapa Agus dianggap lebih baik dari Yusril atau Adhyaksa, padahal keduanya mantan menteri? Kenapa tiba-tiba saja nama Agus muncul?

Kita tidak tahu jawabnya, bukan?

Apakah pengalaman dinas militer Agus cukup memberi dia bekal untuk mengelola pemerintahan Jakarta? Kalau kita menjawab ya, dasarnya apa? Prestasi apa yang pernah dia tunjukkan sehingga kita anggap dia sanggup mengelola pembangunan Jakarta? Kekuatan intelektual apa yang ia miliki sehingga ia kita anggap mampu?

Agus hanyalah seorang komandan batalyon, pengalamannya hanya mengurus prajurit satu batalyon itu. Itu pengalaman terbesarnya.

Baca juga: Bagaimana Jika Ahok Kalah dalam Pilkada DKI 2017 ?

Apakah dengan pengalamannya itu kita yakin Agus akan sanggup mengelola pembangunan Jakarta yang besarnya 67 trilyun itu? Apakah pengalaman memimpin pasukan 1 batalyon itu cukup membuat Agus punya bekal untuk memimpin 9,9 juta orang penduduk DKI?

Oh, tenang. Agus akan didampingi oleh Silvy yang punya pengalaman mengelola pemerintaan DKI. Nah, itu dia. Kenapa bukan Silvy yang jadi calon gubernur? Kenapa Silvy yang jelas-jelas lebih ahli itu hanya akan jadi pendamping Agus sebagai wakil gubernur? Apa yang membuat Agus demikian istimewa?

Ingat, kita akan memilih pengelola uang APBD, yang akan dipakai untuk melayani kepentingan 9,9 juta manusia. Ini bukan main-main. Tentu kita harus gunakan akal sehat dalam memilih.

Lalu, sehatkah akal kita kalau Agus yang kita pilih?

sumber: catatan Kang Hasan di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan