Saat Habib Rizieq Mati Kutu

Aksi 212 kemarin meninggalkan catatan khusus bagi kita. Berbeda dengan aksi sebelumnya yang terkesan sangar dan heboh, aksi kali ini terasa hambar dan biasa² saja meski sebelumnya sempat diberitakan dan dikesankan akan cukup heboh juga. Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya yaitu :

Saat Habib Rizieq Mati Kutu

  • Sikap tegas Panglima TNI dan Kapolri yang akan menindak siapapun yang berencana makar dan memecah belah NKRI. Termasuk wacana pelarangan aksi 212.
  • Aksi-aksi Bhinneka Tunggal Ika & Merah Putih yang digelar sebelumnya oleh massa sipil dan TNI yang cukup banyak yang seolah menyampaikan pesan bahwa pembela NKRI juga bisa melakukan aksi “People Power” yang sama.
  • Pagi hari sebelum aksi dilakukan, ada 10 tokoh yang ditangkap dengan tuduhan makar. Kejadian ini tentu membuat Bibib cs menjadi ciut nyalinya.
  • Ahok sudah menjadi tersangka sehingga aksi mereka sebenarnya tidak ada gunanya.
  • Turun hujan di saat puncak aksi yang tentunya cukup mengurangi semangat peserta aksi.
  • Para sponsor aksi mungkin mulai surut ke belakang karena ulah mereka sudah mulai tercium publik dan aparat, terutama dari kalangan Pak Mantan
  • Secara tak terduga Jokowi ikut hadir menyapa dan meredam aksi tersebut sehingga acaranya menjadi tidak seru dan anti klimaks

Baca juga: Rizieq Shihab: Manusia dengan Lidah Bercabang Dua!

Yang paling lucu adalah saat Jokowi hadir satu panggung dengan Bibib. Terlihat sekali ekspresi Bibib yang canggung dan seolah mati kutu.

Dia yang selama ini teriak dan koar-koar mengatakan Jokowi presiden Guobloog, antek PKI, Jokodok, kodok istana, istana iblis, lengserkan dan longsorkan Jokowi, rebut istana dan sebagainya justru ciut saat berhadapan dengan orang yang paling dibencinya itu.

Ternyata sang Imam dan Panglima Besar FPI beraninya cuma koar-koar di belakang. Seruan “jihad berani mati” nya ternyata cuma omong kosong dan isapan jempol doang.

Sebenarnya Bibib sempat berusaha merangsek agar bisa berdiri berdampingan dengan Jokowi agar terlihat bahwa dia seolah tokoh yang penting tapi dia dihalau oleh Paspampres dan Wiranto yang konon juga adalah “Bapaknya FPI 1998”. Karena dihalau ini, ekspresi Bibib yang sebelumnya sudah kecut jadi makin kecut lagi.

Salute to My President Jokowi…..

sumber: catatan Muhammd Zazuli di Facebook

212

Baca juga: Antara Ahok dan Habib Rizieq

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan