Apakah Metro TV Anti Islam? – Sama seperti perusahaan-perusahaan lain, televisi itu perusahaan yang orientasinya pada satu hal: keuntungan. Keuntungan ya uang. Selazimnya kanal, Metro TV memiliki sudut pandang. Sudut pandang itu yang mendasari investigasi dan reportase-nya. Biar punya diferensiasi dengan kanal yang lain. 

Apakah Metro TV Anti Islam?

Investigasi dan reportase bukanlah rangkuman kabar yang muncul secara ujug-ujug. Semua itu harus melalui kaidah pemberitaan yang benar. Ini artinya, investigasi dan reportase lebih mirip penelitian. Sangat ilmiah.

Setelah rangkuman investigasi/reportasenya terpenuhi, giliran menyetorkannya ke beberapa penasehat berita dan pejabat yang berwenang di atasnya. Bottom up, bukan top down. Dari bawah dulu, baru ke atas. Kemudian dirilis dan ditayangkan kepada Anda semua.

Baca juga: Media Seimbang dan Media Islam

Untuk satu berita saja, sekadar memberikan contoh, perlu mendapatkan sejumlah informasi penting (tentu mencarinya tidaklah mudah), dan harus benar-benar terkonfirmasi kesahihannya.

Singkatnya, harus ada konfirmasi kebenaran untuk rangkaian cerita yang akan dikabarkan Metro TV kepada Anda.

Ada yang senang dengan rilisan Metro TV, itu sudah jelas. Ada pula yang tidak, nah yang satu ini sudah sangat amat lebih jelas. Di dunia ini pasti selalu ada dualisme itu.

Masalahnya, tidak semua orang yang tidak suka berita di Metro TV tahu bahwa untuk merilis suatu berita memerlukan tahapan-tahapan yang tidak sederhana. Acapkali memakan waktu yang tidak sebentar, bahkan ada yang berbulan-bulan lamanya.

Untuk membantah rilis berita Metro TV, langkahnya kan sangat mudah: cek saja fakta-fakta yang Metro TV sampaikan. Silakan bantah apa yang menurut Anda salah dari fakta-fakta yang disampaikan Metro TV.

Baca juga: Mengapa Umat Islam Tidak Maju ?

Penyakit terbesar masyarakat Indonesia kan cuma satu: sulit menangkap pesan! Di samping itu, ada satu penyakit tambahan: tidak terimaan (Jawa: ora nriman)!

Orang yang sulit menangkap pesan, ia akan menyimpulkan secara salah. Bagi orang yang tidak “nriman”, sudah lumrah ia akan berusaha untuk mengingkarinya. Karena barangkali rilis beritanya tidak ia sukai, maka ia mencari apapun untuk mengingkari. Sudah manusiawi.

Maka, orang yang sulit menangkap pesan dan tidak terima tadi lantas mencari fakta-fakta lain untuk mengingkari Metro TV. Sialnya, fakta-fakta yang mereka himpun bukan untuk membantah fakta-fakta yang disampaikan Metro TV, tapi justru mengumpulkan fakta-fakta tentang Metro TV.

Selaiknya perusahaan besar, Metro TV jelas tidak didirikan oleh satu orang yang tunggal. Bahwa terdapat taipan-taipan Cina yang menyokong keuangan Metro TV, itu sudah sangat terang benderang. Di samping taipan Cina, banyak pula yang tidak beragama Islam.

Maka penonton yang tidak suka Metro TV ini membangun argumen: Metro TV dibayari taipan-taipan Cina untuk menghancurkan pribumi dan umat Islam. Metro TV anti Islam!!!

Sejauh argumen itu masuk akal, bentuk pengingkaran seperti ini akan terus diulang-ulang. Apalagi di mata orang yang percaya teori konspirasi dan orang malas berpikir. Strategi semacam ini sebenarnya sah-sah saja. Namun bagi orang yang otaknya waras, pasti tahu tindakan mereka tidak ada patut-patutnya.

Baca juga: Mengapa Umat Islam amat Sensitif?

Tetapi apa lacur, faktanya strategi itu tetap saja manjur. Banyak orang yang termakan. Orang-orang yang enggan mencari tahu, akan secara sukarela menyebarkan bualan bohong itu.

Faktanya ‘kan Anda sering mendapati status seperti ini:

“Dari grup sebelah: Metro TV Adalah Media Anti Islam bla bla bla…”

“Dari lapak sebelah: Kesaksian Menggemparkan Senior Metro TV Dalam Kebijakan Pemberitaan Yang Menyudutkan Islam bla bla bla…!”

“Dari sumber yang terkonfirmasi: Ternyata Metro TV Adalah Media Bikinan Komunis, Sekuler, Liberalis, Zionis bla bla bla…!”

Setelah saya buka situs itu, ternyata dari media yang entah kantornya di mana, siapa redakturnya, siapa editornya, siapa direkturnya, di samping itu nara sumbernya pun tak jelas, reporternya tambah tak jelas, apalagi zodiaknya; sama sekali tak jelas.

Apa yang mendorong Anda semudah itu percaya?

sumber: catatan Rumail Abbas di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan