Mengapa Umat Islam perlu Belajar dari Umat Buddha?

Tulisanku yang berjudul “Belajar Dari Umat Kristen” cukup rame. Sekarang saya akan menuliskan tulisan berjudul “Belajar Pada Umat Buddha” karena menurutku sesungguhnya kita bisa belajar pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja.

Mengapa Umat Islam perlu Belajar dari Umat Buddha?

Meskipun ada sebagian kecil umat Buddha radikal seperti “biksu jadi-jadian” Ashin Wiratu dan kasus Rohingya namun umumnya umat Buddha sadar bahwa itu hanya konflik dengan latar belakang masalah sosial dan sama sekali tidak berhubungan dengan ajaran Buddha yang menekankan welas asih dan anti kekerasan. Kasus Rohingya dipicu oleh perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis Myanmar beragama Buddha oleh 3 orang pemuda muslim Rohingya.

Sedang Ashin Wirathu membenci orang Rohingya yang dianggapnya ingin mengislamkan seluruh Myanmar. Jadi kasus Rohingya sebenarnya lebih karena faktor sosial dan politik bukan agama. Ashin Wirathupun mengakui bahwa motifnya adalah bersifat politis bukan agama dan dia memang layak dihukum berat karena menjadi provokator bagi terusirnya warga Rohingya dari Myanmar.

Terlepas dari kasus Rohingya yang bersifat sosio-politik lokal menurut saya ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari umat Buddha :

1. Umat Buddha tidak pernah mencampur adukkan antara ajaran agama dengan urusan politik (kecuali “biksu” koplak Ashin Wirathu). Mereka sadar bahwa agama adalah urusan rohani sedang politik adalah urusan duniawi yang sarat dengan ego, nafsu, kepentingan dan keserakahan. Contohnya adalah Dalai Lama yang adalah pemimpin tertinggi Buddha Tibet. Meski negerinya dijajah, ditindas dan diduduki paksa oleh komunis China tapi beliau tidak pernah menyerukan “perang suci” untuk melawan dan mengusir tentara China. Bahkan kemanapun beliau pergi selalu menyerukan perdamaian, toleransi dan kasih sayang termasuk mengasihi kaum yang dianggap sebagai musuh.

2. Umat Buddha tahu mana yang ajaran hakikat dan bersifat prinsip serta tahu mana yang ajaran luaran yang bersifat fleksibel. Meskipun berasal dari India tapi umat Buddha lain di seluruh dunia tidak perlu meniru adat budaya India seperti pakaian, bahasa ataupun seni. Agama Buddha di China sama sekali berbeda serta memiliki warna khas tersendiri dibandingkan dengan agama Buddha di India baik dari segi pakaian, bahasa hingga seni. Umat Buddha tidak merasa perlu diseragamkan karena sadar setiap bangsa punya keunikan dan keunggulan warisan budaya masing-masing. Meskipun demikian ajaran utama Buddha di India dan China tetaplah sama yaitu welas asih, anti kekerasan, tanpa keterikatan, mengendalikan pikiran dan membangkitkan kesadaran.

3. Umat Buddha tidak melawan meskipun dizalimi seperti misalnya pada peristiwa peledakan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah pada 21 Januari 1985. Meski Candi Borobudur adalah tempat suci bagi umat Buddha namun mereka tidak menggalang aksi balas dendam ataupun menuntut balas. Bayangkan jika Kabbah yang diledakkan oleh umat lain, mungkin sudah akan memicu Perang Dunia III. Umat Buddha juga tidak ngamuk meski Borobudur dilecehkan dan hanya dijadikan sebagai tempat wisata, tempat selfie bahkan dipanjat, dinaiki dan diinjak-injak anak-anak hingga orang dewasa.

4. Mereka juga tidak menuntut balas atas diledakkannya Vihara Ekayana di Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada 4 Agustus 2013.

5. Mereka juga tidak membalas atas aksi pembakaran 7 vihara pada 29 Juli 2016 di Tanjung Balai, Sumatra Utara. Bahkan ada seorang donatur yang dulu mendirikan vihara yang kini terbakar tidak marah justru merasa bersyukur karena ada kesempatan lagi untuk mendirikan tempat ibadah.

6. Mereka juga tidak protes atas pelarangan merayakan hari raya Waisak di Candi Bahal di Padang Lawas Utara, Sumatera Utara pada 31 Mei 2015 meskipun itu adalah hak mereka merayakan hari raya di tempat ibadah mereka sendiri.

7. Mereka tidak melawan bukan karena mereka minoritas melainkan karena mereka sadar bahwa api tidak bisa dilawan dengan api dan kekerasan tidak bisa dilawan dengan kekerasan sehingga mereka lebih suka menahan diri dan mengampuni para pelaku kejahatan. Bedakan dengan umat Islam di Prancis yang meskipun minoritas tapi mereka menggalang demo besar-besaran yang berujung pada kerusuhan hingga memakan korban tewas saat ada majalah yang memuat gambar Nabi.

8. Tidak ada umat Buddha yang menjual agama demi kepentingan politik ataupun menggalang “perang suci” karena merasa agamanya dilecehkan. Tidak ada umat Buddha yang mengharamkan pemimpin dari kalangan yang bukan orang Buddha.

9. Umat Buddha tidak pernah merasa sebagai pemilik kebenaran. Umat Buddha tidak pernah mengkafirkan orang atau umat lain. Umat Buddha tidak pernah menganggap agama lain sesat dan masuk neraka. Umat Buddha tidak pernah menganggap umat lain sebagai musuh. Umat Buddha tidak pernah menyerukan “perang suci” untuk melawan musuh.

10. Tidak ada biksu maupun umat Buddha yang menyerang dengan mengatasnamakan “atas nama Sang Buddha”. Sementara masih ada banyak umat Islam yang melakukan kekerasan atas dasar agama bahkan dengan membawa dan meneriakkan nama Tuhan.

Tidak ada niat saya sedikitpun untuk menyudutkan Islam dan menyanjung umat lain. Saya hanya berusaha mengamati dengan jujur, menerima kenyataan serta menunjukkan fakta apa adanya sehingga kita bisa belajar dan mendewasakan diri. Orang sakit tidak akan pernah bisa sembuh jika tidak menyadari dan tidak mengakui bahwa dirinya sedang sakit sehingga malas berobat. Menurut saya saat ini umat Islam “sedang sakit” serta mengalami kemunduran akibat ulah kelompok tertentu yang memiliki agenda politik global tersendiri.

Apa yang saya tulis adalah suatu auto kritik agar kita sadar dan bisa segera membenahi diri sehingga citra Islam tidak semakin hancur. Saya mengkritik justru karena saya sayang dan peduli. Semoga yang baca tulisan ini tidak gagal paham lagi tapi bisa makin cerdas, waras dan dewasa……

sumber: catatan Muhammad Zazuli di Facebook

Mengapa Umat Islam perlu Belajar dari Umat Buddha
Mengapa Umat Islam perlu Belajar dari Umat Buddha?

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan