Untaian 100 Kata-kata Sedih Menusuk Hati

 Klik “<” untuk kembali 

 Kata-kata Sedih Menusuk Hati

Pada akhirnya, aku harus melepas seseorang dan melupakan, bahwa jodoh bukan pilihanku, tetapi tetap pilihan Tuhan
 Kecintaan padamu; 17 rakaat shalat dalam gerak syukurku, di basah bibir yang tak lepas dari doa di tiap nafasku
 Hampa kudiamkan dengan perpisahan yang terlalu dalam
 Dan mengingatmu; berderai fatihah dalam rindu, beruntai doa menghiasi basah bibirku. Kebersamaan yang tak aku inginkan cepat berlalu
 Aku mencintaimu penuh harap; dengan merindumu tak tahu sebab
 Menyerahkanmu pada masa lalu bukan hal mudah, meski dalam arti keikhlasan. Sebab merelakan, adalah tantangan di masa depan; mewujud kenangan
 Pagi telah menjemput siang, dan kau kehangatan yang belum pulang
 sebab kesendirian yang masih utuh, rindu menukar perpisahan terlalu jauh
 Di dini hari, kuuntai salam dan kata bahagia, berharap senyummu dalam beranda. Kekasih, jika kutertidur, bangunkanku dari lelap pagi buta
 Jika aku tak dapat menyayangimu sebagai kekasih, biarkan kucium kau sebagai puisi; abadi menjadi kata-kata tak pernah menyakiti
 Meski rindu tak mengantar temu, setidaknya beri aku waktu; memejamkan mata untuk menemuimu dalam mimpi-ku
 Sejauh mata memandang, dalam penantian yang mulai usang. Di segala tatap, kuharap kau cinta di depan mata
 Di dini hari, dalam larut sunyi. Malam merupa cinta, namun adamu maya; tak dapat kuterka, hanya mengira-ngira
 Maaf kekasih; selainmu, ada yang lain kusebut cinta. Rindu yang memeluk; tertatih dalam memiliki kita
 Jika jiwamu adalah apa yang dekat dari angan. Maka biarkan hatiku menjadi akhir kakimu melangkah
 Kukira menghilang semudah ketika aku datang. Bahkan, aku ingin kembali, sudah tak ada jalan
 Kenanganmu, buatku jatuh untuk berulang kali, bangun dan kembali terbangun dari ketidaksanggupanku; mencinta
 Percuma kuhitung waktu, bila merindumu buat cinta semakin menjauh. Sebab jarak tak pernah ingin diukur
 Kita; adalah apa-apa yang aku tulis di beranda ini. Di dalam lembaran cerita; hatiku, aku dan kamu masih menjadi rindu
 Nyatanya hujan pun kini tertegun, bahkan setelah hujan berganti pelangi, rindu padamu tetap menggebu, menyatu jadi abu
 Menyadari arti rindu, kadang lebih menyakitkan daripada merasakan rindu itu sendiri
 Dari banyaknya waktu yang kumiliki, sebagian besar hanya untuk menulis cerita tentangmu. Tentang kita; aku dan kamu yang merindu
Kata-kata Sedih Menusuk Hati

Kata-kata Sedih Menusuk Hati

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

[jetpack_subscription_form title=”Yuuk langganan Blog Semakinra.me” subscribe_text=”jangan ketinggalan update terbaru kami!”subscribe_button=”Berlangganan”]

Iklan