Untaian 100 Kata-kata Sedih Menusuk Hati

 Klik “>” untuk melanjutkan 

100 Kata-kata Sedih Menusuk Hati

baca juga: Kata-kata Galau Cinta yg membuat wall facebook agan rame!

Kata-kata Sedih Menusuk Hati

Sekeras-kerasnya berjuang ialah berjuang menanti seseorang melalui sederetan Doa untuknya
 Datanglah kekasih, aku telah lelah menjaga pintu. Kelak kau pulang aku berani sumpah, aku senang; menjaga setia
 Sepeninggalmu; ingin kuajak sepi beranjak pergi. Membawa temu, deraikan rindu dalam bisu hari
 Kau asaku, dalam rasa yang kupendam. Kau pengisi napasku, walau aku belum memilikimu. Kuharap kekagumanku, kelak menjadi harapan cinta satu
 sunyi di pagi hari kutitipkan rindu ini untukmu sang dewi semoga kau mengerti betapa raga ini menginginkanmu di sisi
 Barangkali rindu adalah naungan puisi; dimana segala akhir menjadi sunyi
 Kelak, kita akan menjadi sepasang bahagia, dari aku–kau yang memupuk cinta dengan rindu di dada
 Rindu padamu; musim yang tak pernah tentram, mengusik nasib merenda pedih. Sebab kau; puisi yang menjadi nyanyian yang mengharukan
 Kelak, jika waktu menjebakmu pada usia, biarkan aku menua bersamamu
 Tetaplah engkau menjadi bintang, atau apa saja yang ada pada langit malam, agar kesepian di hati, bisa kubahasakan dalam bentuk rindu
 Selain mengingatmu, tak ada yang lain bisa kulakukan. Sebab pergimu, menuntun langkahku mengikuti jejak dalam ingatan; rindu
 Kekasih; menetaplah di relungku, jangan kemana-mana. Sebab tanpamu, sakit puisiku tanpa rindu yang bernyawa.
 Separuh malam, setengah hati; sedih yang kularutkan dalam kopi. Duhai bidadari, kau tak seromantis yang di dongengkan berkali-kali.
 Aku berjanji, takkan bertanya dari mana, dan apa yang telah kau lewati, hingga datangmu sampai di sini; hati. Karena langkahmu adalah; aku.
 Sejak kepergianmu, selain kopi, kau nyalang mata yang kuseduh dalam rindu, dalam secawan cinta yang kusebut kamu.
 Aku tahu kita tak seumur, tapi maukah kau seumur hidup denganku?
 Andai waktu bisa diulang, takkan aku rela waktu brgulir tanpamu. Menjadi kenang dalam ingatan, membiarkan jadi bayang-bayang.
 Di sini, sendiriku sepi–sunyi–senyap pelan tapi pasti arah rindu menatap lurus ke aku tanpa temu yang terjadi.
 Kelak, hingga mata kita terpejam. Namamu; kumunajatkan dalam doa yang kupasrahkan kepada Tuhan

 Kau dan aku, yakinlah sendiri itu sementara. Sebab, kita adalah selamanya, sebelum senja renta menua menuju peraduan Sang Pencipta

 Pada titian bayangmu yang kian jauh, dalam nafas ini, kau masih dapat kusentuh, dengan rindu yang memburu temu
 Hujan ini sayang, adalah alasan malam minggu kesekian yang kutunda. Sebab malam kita; kuharap malam pertama diranjang cinta yang halal.

Jodoh; cukup Tuhan yang menggariskan, rindu; kita yang menjalankan. Cinta; semoga kita di aminkan

klik “->” untuk melanjutkan ke halaman selanjutnya

Iklan