Kalo Kamu Baca al-Quran Surah Al-Ikhlas dengan Batin Jernih, Kamu TIDAK akan MENISTAKAN Trinitas. Sok tahu pula bilang ALLAH BERANAK menurut Kristen…

Dear semuanya, kalau kamu membaca al-Quran surah Al-Ikhlas dengan batin yang jernih, kamu tidak akan menistakan Trinitas. Sok tahu pula bilang Allah beranak menurut Kristen.

Allah beranak menurut Kristen

Gurunda kami Syaikh Ali Haydar atau Pdt Prof Dr Thomas McElwain memang sangat banyak mengkritik paham Trinitas dalam The Beloved and I: New Jubilees (TBI: NJV), mahakarya fenomenalnya yang berupa Alkitab dan alQuran terjemahan dan syarahan perayat dalam bentuk puisi berima yang bisa dinyanyikan mengikut komposisi nada Metre Long seluruh dunia.

Baca juga:

“Kalau Tuhan itu beranak, terus bidannya siapa?” MAAF, tapi Habib Rizieq memang BERHAK mengeluarkan statement itu! Share!

Namun, pertama, mengkritik berbeda dengan menistakan. Yang dikritik adalah paham Trinitas yang ‘materialisme’. Yang harafiah. Sama halnya kalau kamu Muslim menganggap Tuhan itu hanya Allah, tapi ar-Rahman bukan Allah, dan YHWH bukan Allah. Atau Allah cuma untuk Muslim doang. Bingung kan kamu? Nah, makanya jangan sok tahu ngomongin Tuhan.

Kedua, yang dikritik adalah betapa konsep Trinitas dijadikan satu-satunya konsep tauhid yang paling benar menurut mainstream Kristen. Tidak ada keselamatan di luar gereja, misalnya. Dan bahwa konsep Trinitas yang benar hanya versi Konsili Nikea, menurut Pengakuan Iman Rasuli atau Syahadat Rasuli. Kenapa beliau dan kami kritik? Karena ini — maupun yang kritik pertama tadi — tidak sesuai dengan sila kedua Dekalog atau alFurqon.

Ketiga, Trinitas itu sebenarnya ada banyak konsep. Yang misalnya dikritik oleh alQuran adalah Trinitas Monophysite. Dan, hanya beberapa gereja yang masih memakainya, dan yang mirip-mirip misalnya memakai Trinitas Myaphisite.

Tapi, Gereja Katholik Roma, Katholik Timur, dan gereja-gereja Reformasi umumnya, tidak memakai Trinitas ini. Bingung kan kamu? Makanya jangan sok tahu menggebyah uyah konsep teologi agama lain! Kamu aja nggak mau disalahpahami, ajaranmu gak disalahpahami, kok menyalahpahami agama orang lain!

Keempat, Nah, dalam buku TBI: NJV masih ada formula Trinitas lain, yang biasanya dianut oleh kaum Unitarian, dan juga dipakai dalam Arianisme, yang dikecam banyak Kristen, dan yang disampaikan dalam Pengakuan Iman Romawi atau Syahadat Romawi Kuno yang sudah ada sejak abad ke-4, lebih dulu dari Pengakuan Iman Rasuli, dan sebelum Muhammad Rasulullah ada. Mungkin dulu gereja Nestoriannya Waroqah bin Naufal juga menggunakan Pengakuan Iman Romawi Kuno ini – wallahualam.

Intinya masih ada istilah Allah Bapa, Yesus sebagai Putra Allah, dan Roh Kudus. Semua istilah dan formula ini sebenarnya tidak asing dalam Bani Israil. Bahkan saya percaya Muhammad Rasulullah juga akrab banget dengan ini, sebab itu baginda bisa mengkritik Trinitas Monofisit kan dalam alQuran?

Memang kamu pikir Muhammad Rasulullah secetek kamu pikirannya, nggak disekolahkan Allah? Mikir, mikir. Maka, sebagaimana Nestorian, dan kaum Unitarian dan Arianisme, yang dikritik jelas ada tiga hal yang saya sudah sebut di atas.

Kalau kami berdoa dalam nama Yesus itu sebenarnya prinsipnya sama dengan berdoa kepada Allah dalam nama Muhammad Rasululah atau tawassul. Aduh, paham nggak sih kamu? Makanya dalam gereja Baptis (tempat aku beraktivitas) disebutnya doa syafaat. (Aku nggak tahu dalam gereja lain. Aku lupa di Katholik Roma bagaimana namanya, thehe tapi memang GKR bukan Trinitas Monofisit).

Kalau Yesus adalah Putra Allah, maksudnya jelas bukan harafiah seperti kritik nomer satu, ngok, duh, duh, tapi karena kelahiran Yesus itu istimewa. Kan alQur’an sendiri juga cerita! Nasab Yesus bukan ke St Yusuf tapi Maria? Duh, duh, kalian ini mbok goblok jangan dipelihara toh, sebelum ngemeng dipelajari dulu.

Kelima, selain itu ada juga faktor politik kenapa Yesus Kristus disebut Putra Allah dan Junjungan (bahasanya sebenarnya Lord, atau Tuan, bukan God). Ini adalah karena untuk melawan tirani Romawi, menggunakan ideologi pagan mereka yang mendewakan kaisar saat itu, ke dalam teologi Kristen mereka. Ini bahasan yang panjang dan ribet. Kamu harus belajar lagi sejarah, ya, piknik pakai buku dan google dan wikipedia ya!

Jadi, Kristen sendiri macam-macam. Walau menyebut Unitarian dia tetap mencintai dan mengimani Yesus Kristus dan menyebutnya Lord (Junjungan), sama kayak kamu menyebut Muhammad Junjungan. Juga menyebutnya Putra Allah, dalam pengertian yang sudah saya jelaskan. Juga nggak semua geeja Kristen merayakan Natal.

Dan, dalam banyak jenis Trinitas sepanjang yang nggak dikritik dalam TBI:NJV sesuai yang saya sampaikan di sini, dan yang nggak dikritik alQuran, jelas nggak bertentangan dengan surah al-Ikhlas. Karena jelas maksudnya Yesus sebagai Putra Allah bukan yang kamu pikir secara mesum itu sehingga berlawanan dengan surah al-Ikhlas.

Teologi Pauline/Paulus memang membingungkan kamu yang Muslim karena kebanyakan didoktrin bukan dari orang Kristen sendiri dan sudah begitu terutama karena nggak baca Alkitab sampai khatam dan tuntas. Jadilah macam Zakir Naik bahkan percaya kata-kata muallaf yang belum tentu fasih Alkitab.

Kebanyakan temanku yang muallaf dan fasih Alkitab itu malah tetap mencintai ALkitab dan Yesus Kristus!! Mereka masuk Islam karena mengimani Muhammad sebagai Rasulullah dan nggak meneiima Trinitas versi yang aku kritik semua itu.

Begitu ya. Sudah dulu ya. Jangan menistakan Yesus lagi ya, wahai yang Muslim. AlQuran aja menyampaikan firman: Allah dan Muhammad memberi salam kepada Yesus pada hari lahirnya, hari wafatnya dan hari kebangkitannya. Kamu terus Muslim ikut agama siapa kalau menistakan Yesus Kristus???
Rahayu.

sumber: catatan Gayatri Muthari di Facebook

Tanggapan Netizen




5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!
Advertisements


Categories: Agama