Siapa Sebenarnya yg Hendak MENJAJAH Indonesia? CHINA atau KHILAFAH?? Yuuk kita pahami FAKTANYA… Share!!

“China hendak menjajah Indonesia” katanya.
Buktinya?
“Itu ada bendera China berkibar di Indonesia!”

Kalau pun iya, lalu kenapa? Bendera semua bangsa pun kalau dicari ada di Indonesia. Lihat kalau musim Piala Dunia, bendera Belanda, Jerman, Argentina berkibar di mana-mana. Apa Belanda mau balik lagi menjajah kita? Apa Jerman mau jadikan kita provinsinya?  Ini argumen yang aneh, terutama kalau disebarkan oleh mereka yang foto profilnya aja bendera Turki dan Sultan Erdogan. *Turkijan & Turkiyem detected*

“Itu 10 juta kuli China masuk Indonesia!”
Kalau pun iya (ya kali, 10 juta nenek lo), apa hubungannya? Negara besar wajar kalau tenaga kerjanya tersebar di seluruh dunia. India, Indonesia juga tenaga kerjanya di mana-mana kok. Kalau jumlah tenaga kerja yang jadi bukti niat menjajah, maka Malaysia, Brunei, sama Singapura udah siaga satu harusnya. Bejibun TKI kita di sana, mulai dari pembantu, buruh, penjaga toko, sampai level manajer di kantor-kantor. Lebih jauh deh mainnya.

Menyebar isu bohong itu mudah. Kamu cukup bikin tulisan apa aja suka-suka, tambahkan satu atau dua foto ilustrasi kalau ada, lalu akhiri dengan kata, “sebarkan!!” China ini lah, China itu lah, duitnya mirip-mirip lah, apa lah. Lupa nyebar hoax-nya pake hape bikinan China juga.

China itu salah satu ekonomi terbesar di dunia saat ini. Sangat sangat wajar kalau pemerintah Indonesia berusaha membangun hubungan yang lebih baik dengan mereka. Kalau investasi deras, turis ramai, ekonomi tumbuh, kita-kita juga kan yang untung? Kalau argumennya kemudian melebar ke soal politik regional, soft power, dll, itu pembahasan lain lagi. Alamnya udah beda sama dunia konspirasi ‘rupiah mirip yuan‘ yang ‘ada palu aritnya’.

Sekarang, percaya kah kamu kalau kubilang Khilafah lah yang sebenarnya ingin menjajah Indonesia? Wabil khusus buat sebagian teman-teman Muslim yang suka menyangkal, “Ngga ada yang mau mendirikan negara Islam!”

Mungkin kamu belum tau karena cuma gaul sama anak baik-baik aja, jadi biar aku kasih tau.  Ide Khilafah (negara Islam) ini dipeluk luas dalam spektrum gerakan Islam politik. Mulai dari PKS sampai ISIS dan mbak-mbak teroris bom panci, semua pada hakikatnya bercita-cita mendirikan khilafah. Hanya cara dan imajinasi mereka tentang khilafah yang berbeda-beda.

Baca juga: Sistem Khilafah Itu Sekuler Bukan Relijius!

Aku ambil contoh HTI aja yang paling vulgar mempublikasikan cita-cita khilafahnya. Dalam imajinasi HTI, Khilafah adalah sebuah negara raksasa yang rencananya meliputi seluruh wilayah negara-negara mayoritas Muslim di dunia saat ini.

Mulai dari Maroko di ujung Barat sampai Indonesia di ujung Timur. Iya, jadi dalam masterplan mereka nantinya, Indonesia cuma provinsi aja. Ibukotanya di sana tuh, harapannya di suatu tempat di Palestina, Syria, atau sekitarnya.

Aku ngga mengarang bebas loh. Aku ngga dengar dari orang, gosip, dsb. Aku sertakan setiap link langsung dari sumber internalnya, biar kamu bisa baca sendiri. Biar jelas, siapa yang sebenarnya mau bikin Indonesia jadi provinsinya.

  • Struktur negara Khilafah. HTI sudah menyiapkan rencana struktur negaranya sendiri, lengkap dengan model dewan perwakilan, mahkamah, angkatan perang, dan departemennya sendiri: klik disini
  • Bahasa Arab (bukan Indonesia apalagi bahasa daerah) wajib jadi bahasa resmi satu-satunya di negara Khilafah. Termasuk media pemerintah, naskah kenegaraan, dokumen kependudukan, dan semua sekolah di wilayah mereka nantinya wajib memakai pengantar Bahasa Arab: klik disini
  • Hukum pidana yang mereka gunakan di antaranya adalah hukum hudud, meliputi hukum rajam (dilempar batu sampai mati) bagi pezina yang sudah menikah dan 100 kali cambuk bagi yang lajang, hukum mati bagi orang yang murtad (keluar dari agama Islam), hukum mati bagi gay, potong tangan bagi pencuri: klik disini
  • Perempuan dilarang memegang posisi setingkat kepala negara dan gubernur. Dalam sistem peradilannya, kesaksian perempuan dihitung setengah kesaksian laki-laki. Wajib berjilbab: klik disini
  • Non-Muslim berstatus dzimmi, wajib membayar pajak jizyah. Boleh melaksanakan agamanya dalam lingkup pribadi dan komunitasnya sendiri, dilarang beribadah atau menampilkan syiar agama (seperti hari raya dan segala dekorasinya) di ruang publik. Tidak berhak terlibat dalam politik dan jabatan yang berkaitan dengan kekuasaan. Tidak berhak ikut merumuskan undang-undang: klik disini

Dan masih banyak lagi publikasi yang secara eksplisit menunjukkan bahwa mereka punya niat serius untuk mengganti NKRI, Pancasila, dan merah putih dengan konsep negara mereka sendiri. Jadi siapa sebenarnya yang punya niat menjajah? Bisa dijawab sendiri.

sumber: catatan Mita Handayani di Facebook

Komentar Netizen








5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!
Advertisements


Categories: Politik