Bagaimana Jika Ahok Kalah dalam Pilkada DKI 2017 ?

Kalau Ahok kalah, itu soal biasa saja dalam demokrasi. Ia kalah karena komunikasi politiknya memang buruk. Sejak dulu saya sudah mengritik soal ini. Keceplosan dalam pidato itu adalah sebuah blunder yang dibayar mahal oleh Ahok. Dalam politik, kinerja saja tidak cukup. Komunikasi sangat penting.

Siapapun pemenang pilgub DKI, momen ini akan menjadi pendidikan politik yang penting. Bila gubernur yang terpilih bukan Ahok, dan ia bekerja lebih baik, maka kita semua beruntung, bukan?

Bila ternyata ia tidak bekerja lebih baik, itu pun sebuah pelajaran politik yang sangat penting, meski harganya sangat mahal. Kita akan belajar lagi soal apa dan bagaimana “pemimpin muslim” itu. Bahwa muslimnya seorang pemimpin memang tidak menjamin apa-apa.

Demokrasi memang memerlukan perjalanan yang sangat panjang. Jangan berharap ada hasil instant. Sejarah kita baru berusia 70 tahun. Bandingkan dengan negara lain yang sudah ratusan tahun.

Dalam usia sejarahnya yang sudah ratusan tahun, di Amerika sampai tahun 50-60 masih ada politik rasialis. Jadi, kalau politik kita masih belum rasional, ya masih bisa dianggap wajar.

Yang terpenting adalah kita ingat bahwa penegakan demokrasi itu adalah perjuangan yang tidak pernah usai. Sekali demokrasi tegak, ia tak tegak selamanya. Akan selalu ada orang yang berusaha menumbangkannya.

sumber: catatan Kang Hasan di Facebook

Kalau Ahok Kalah

Kalau Ahok Kalah

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil