Belajar dari Nasr Abu Zayd: Sekularisme di Indonesia harus terus dirawat!

Nasr Abu Zayd adalah profesor ilmu tafsir di Universitas Kairo, Mesir. Ia menyodorkan metode hermeneutika untuk tafsir Islam. Ia menyebut dirinya beraliran liberal. Posisi ini membuat ia dimusuhi ulama-ulama Mesir. 

Belajar dari Nasr Abu Zayd

Abu Zayd bukan orang sembarangan. Ia tadinya dididik oleh kelompok Ikhwanul Muslimin. Ia hafiz Quran pada usia muda. Ia belajar teknik, kemudian bekerja Organisasi Komunikasi, Kairo. Ia kemudian kuliah di bidang literatur Arab, menjadi sarjana tahun 1972, master tahun 1977, dan PhD di bidang ilmu tafsir tahun 1981.

Tahun berikutnya ia bergabung ke universitas sebagai pengajar. Tahun 1987 dia menjadi associate professor, selama 2 tahun berikutnya ia menjadi visiting lecturer di Osaka Unibersity.

Pandangan dasar Abu Zayd adalah bahwa Quran adalah produk budaya yang harus dilihat dalam lingkungan kultural kelahirannya, yaitu Arab abad ke 7. Pandangan itu dianggap melecehkan Islam. Ia kemudian dianggap murtad. Karena itu promosinya menjadi full professor terhambat.

Tidak hanya itu. Pengadilan agama memaksanya bercerai dengan istrinya, karena pernikahannya dianggap batal oleh kemurtadannya. Organisasi radikal bahkan memfatwakan pembunuhan atas dirinya. Akhirnya ia terpaksa lari ke Utrecht dan menjadi profesor di sana. Ia mendapat penghargaan Ibnu Rushd Prize atas kajian-kajian kritisnya. Di hari tuanya ia dapat kembali ke Mesir secara diam-diam dan meninggal di sana tahun 2010.

Kita bersyukur bahwa di Indonesia situasi kebebasan intelektual jauh lebih baik dari Mesir. Pengadilan agama kita tidak punya wewenang untuk menjatuhkan vonis murtad kepada seseorang, apalagi sampai memaksanya bercerai. Ini adalah penzaliman, dalam usaha membungkam orang, ketika sekelompok orang tak mampu berargumen.

Sekularisme di Indonesia mesti terus kita rawat, agar tragedi seperti ini jangan sampai terjadi. Eh, kemarin ada anak bau kencur yang menuduh saya murtad seperti Abu Zayd, dan dia sangat berharap ada mekanisme hukum yang dapat dijalankan terhadap saya. Hihik.

sumber: catatan Kang Hasan di Facebook

Belajar dari Nasr Abu Zayd

Belajar dari Nasr Abu Zayd

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil