Menghina Ulama Sekaliber Gus Mus adalah Tipikal Islam Kemaren Sore!

Gus Mus adalah seorang ulama besar Nahdlatul Ulama yang tak diragukan lagi keilmuan dan keislamannya. Tapi semenjak aliran Wahabi gencar disebarkan di Indonesia, tiba-tiba banyak bermunculan kelompok “Islam Kemarin Sore” yang gemar mengkafir-kafirkan golongan lain bahkan menuding sesat pada ulama² yang sholeh.

Tipikal Islam Kemaren Sore

Contohnya adalah anak muda ini. Dia membalas tweet dari Gus Mus yang mengatakan bahwa aksi 2 Desember 2016 nanti termasuk bid’ah dan berani mengatai Gus Mus, seorang ulama yang besar dan memiliki banyak pengikut dengan kata-kata tak sopan : Ndasmu (Kepala Lu….!!)

Tipikal Islam Kemaren Sore

Parahnya ada sangat banyak sekali tipikal “Islam Kemarin Sore” ini yang ada di sekitar kita. Mereka rata² adalah anak muda yang baru belajar agama dan ilmunya masih sangat dangkal tapi memiliki semangat yang besar untuk membela agama dan memusuhi semua yang dianggap berbeda dengan pemahamannya.

Mereka merasa bahwa pemahamannya adalah yang paling benar dan paling sempurna/kaffah. Mereka merasa bahwa hanya kelompok merekalah yang berhak atas kunci sorga.

Mereka sangat anti dan curiga terhadap non muslim dan menganggap pemerintah sebagai thagut/berhala. Mereka gemar menyebarkan hoax, fitnah dan isu SARA demi memperjuangkan agama. Mereka juga gemar memaki dan mengancam misal dengan sebutan “Anjing, Babi, Iblis, sesat, kafir, bid’ah, dajjal, neraka, halal darahnya, sekuler, zionis” dan sebagainya.

Mereka anti keragaman dan seringkali anti toleransi. Mereka inilah yang paling mudah untuk direkrut menjadi jihadis² atau teroris² baru. Kebanyakan mereka juga adalah pro FPI dan pro ISIS.

Saya pernah ngaji dengan kyai NU, tapi saya juga pernah cukup lama terlibat dengan kelompok “Islam Kemarin Sore” ini. Dan memang ilmu antara kedua aliran tersebut memang beda jauh bahkan seperti beda dimensi. Yang satu lebih menekankan pada aspek esensi dan makna sedang yang satunya lebih menekankan pada aspek simbol dan lahiriahnya saja. Yang satu mengajarkan bahwa untuk makan buah durian harus dikupas dulu kulitnya dan dibuang bijinya sedang yang satu lagi mengajarkan bahwa cara terbaik untuk makan durian adalah harus dengan memakan kulit dan isinya sekalian….

sumber: catatan Muhammad Zazuli di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil