Sebenarnya Negara Islam itu Tidak Ada!

Adakah “Negara Islam” itu? Tidak ada. Sekali lagi, tidak ada, dan tidak akan pernah ada di muka bumi ini. Dari zaman baheula sampai nanti zaman “Lebaran Kuda” pun tidak ada itu barang yang namanya “Negara Islam”. 

Negara Islam itu Tidak Ada

Negara Islam itu hanya ada dalam “alam pikiran”, “alam ide”, “alam mimpi”, tidak pernah dan tidak akan pernah ada dalam “alam nyata”. Negara Islam itu tidak lebih sebagai “mitos” belaka yang diproduksi dan dipropagandakan oleh sejumlah kelompok Islam tertentu untuk kepentingan politik-kekuasaan tertentu.

Kalau negara yang didirikan atas dasar sejumlah pemahaman atau tafsir atas teks-teks keislaman, itu baru ada. Kalau negara yang konstitusinya secara resmi-formal mencantumkan Al-Qur’an, itu juga ada. Kalau negara yang hukum-hukumnya atau sistem perundang-undangannya didasarkan pada sejumlah diktum Hukum Islam, itu juga ada. Tetapi, sekali lagi, Negara Islam itu sendiri tidak ada.

Baca juga: Sistem Khilafah Itu Sekuler Bukan Relijius!

Negara Islam itu tidak ada karena memang dalam Al-Qur’an tidak ada “juklak” dan “juknis” yang jelas tentang Negara Islam atau sistem pemerintahan Islam itu. Al-Qur’an dan teks-teks klasik keislaman hanya membicarakan tentang norma atau etika kepemimpinan, tentang kewajiban dan tanggung jawab seorang pemimpin kepada rakyatnya, tentang tata cara yang baik mengelola sebuah kekuasaan, dlsb. Jadi bukan “sistem pemerintahan” yang dibicarakan dan ditekankan oleh Islam dan Al-Qur’an.

Karena tidak adanya “juklak” dan “juknis” tentang “sistem pemerintahan” itulah kenapa sejak zaman Nabi Muhammad hingga dewasa ini (bahkan sampai nanti “Lebaran Kuda” he he), umat Islam menggunakan “sistem pemerintahan” dan mekanisme pemilihan kepala pemerintahan yang berlainan dan beraneka ragam. Kalau ada “sistem pemerintahan Islam”, mereka pasti sudah mempraktekkannya dong ah.

Nabi Muhammad dulu menamakan “Darus Salam” (Negara Damai) bukan “Darul Islam” (Negara Islam). Para sahabat nabi, memakai mekanisme politik dan pemilihan “kepala negara” yang berlainan: ada yang pakai sistem musyawarah, penunjukan, tim formatur, dll. Kemudian Islam memasuki zaman kerajaan dan semi-kerajaan.

Baca juga: Pejabat Non-Muslim di Zaman Khilafah

Hingga dewasa ini, negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim menggunakan sistem pemerintahan dan mekanisme kepemimpinan yang beraneka ragam: ada yang pakai sistem kerajaan, kesultanan, republik, keamiran, federasi, monarkhi, demokrasi, dlsb. Pokoknya banyak deh.

Kalau “Negara Islam” itu adalah negara yang prinsip-prinsip kenegaraannya diambil dari (penafsiran atas) ayat-ayat Al-Qur’an, maka “negara demokrasi” pun sangat “Qur’ani” dan “Islami” karena prinsip-prinsip musyawarah juga diajarkan dalam Al-Qur’an. Bahkan “negara sosialis” pun sangat “Qur’ani” dan “Islami” karena banyak ayat Al-Qur’an (misalnya Surat Al-Hasr ayat 7) yang membicarakan tentang pentingnya pendistribusian harta kekayaan ke semua pihak, tidak ngumpul di kalangan konglomerat saja.

Alasan lain Negara Islam itu tidak ada ya silakan dicek sendiri: dari daftar 196 negara di dunia ini, ada atau tidak negara yang namanya “Islam”? Tidak ada, kan? Kaannnn he he

Negara Islam itu Tidak Ada

Negara Islam itu Tidak Ada

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil