Teriak² Ganyang Cina … lalu apa bedanya kita dengan kaum penindas di Rohingya??

Pernyataan yg menarik untuk direnungkan dari Gus Permadi Arya alias Ustad Abu Janda al Boliwudi. apakah ini yg terjadi di Indonesia? apakah kita pelan-pelan berubah menjadi kaum penindas minoritas seperti yg dialami Muslim Rohingya? 

BERKACA KE ROHINGYA

“Gajah di pelupuk mata tak tampak,
Semut di seberang lautan tampak”

Berapa juta kali kita sudah dengar peribahasa ini ? sebuah peribahasa yang menjelaskan perilaku manusia yang cenderung alpa (LUPA) terhadap kesalahan sendiri, tapi mudah mencari kesalahan orang lain.

Apa sih yang terjadi di Rohingya ?

Penjelasan mudahnya adalah kelompok mayoritas menindas kelompok minoritas. Mentang2 jumlah lebih banyak, merasa berkuasa, lalu berbuat seenaknya..

Hal seperti itu tidak perlu jauh2 ke Rohingya.. DI INDONESIA yang mirip-mirip seperti itu sedang terhadi setiap hari di depan hidung kita:

  • berapa rumah ibadah agama minoritas yang ditutup paksa sepihak oleh ormas ? padahal beberapa sudah mengantongi izin
  • berapa rumah makan & toko etnis minoritas yang menderita kerugian diobrak abrik oleh ormas yang dulu rajin sweeping ?
  • berapa perayaan agama / aliran islam minoritas yang dilarang sepihak dengan berbagai alasan ? misal: Waisak di candi, Asyuro umat Muslim Syiah
  • berapa vihara yang dibakar tempo hari hanya karena 1 orang protes soal azan di tanjung balai ? Apakah sebanding ?
  • berapa gereja yang jadi bulan-bulanan serangan bom kelompok teroris islam radikal, dan berapa korban yang telah jatuh ?
  • kasus Ahok pun dikait-kaitkan dengan agama minoritas & etnis minoritas. Ujung-ujungnya terlihat spanduk “GANYANG C*NA” di aksi 411.

APA BEDANYA DENGAN ROHINGYA ?

Tidak ada bedanya. Karena faktanya yang sedang terjadi di Indonesia TIDAK LEBIH BAIK daripada apa yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar.

Yakni kelompok yang merasa mewakili agama mayoritas berbuat zalim & sewenang-wenang terhadap agama & etnis minoritas.

Jadi sebelum meributkan Rohingya, lebih baik BERKACA DIRI dulu, apakah kita sendiri tidak sedang melakukan hal yang sama ? mengobarkan permusuhan kepada agama & etnis tertentu..

BERKACA ITU MEMANG PALING SULIT

Gus Permadi Arya
( Muslim Nahdliyin )

#SayNoToTerrorism

sumber tulisan: catatan Gus Permadi Arya di Facebook

berkaca-ke-rohingya

Baca juga:Kami Tidak Benci Budaya Arab, Kami Hanya Benci Orang Brengsek!

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil