Kami Tidak Benci Budaya Arab, Kami Hanya Benci Orang Brengsek!

Usai Parade Bhineka Tunggal Ika, kelompok pro Aksi 411 mempermasalahkan ada segelintir orang yg datang berpakaian ala tentara Romawi. mengapa budaya arab dipermasalahkan sementara budaya barat malah diperlihatkan?

Permadi Arya yg juga dikenal dengan nama kiasan Ustad Abu Janda al Boliwudi menulis tanggapannya di wall facebook:

KAMI CINTA ARAB, TAPI
KAMI BENCI BRENGSEK

Polemik pro kontra budaya arab VS budaya barat selalu diangkat oleh para orang suci penegak syariat

Mereka selalu berkata, kenapa “kearab-araban” dipermasalahkan, sedangkan “kebarat-baratan” tidak?

Kira² begitu bunyi polemik opininya.

Pertanyaan nya adalah: KATA SIAPA orang benci budaya Arab?

TIDAK ADA yang benci budaya arab. yang dibenci adalah orang brengsek.

Bukan jenggot yang dibenci, tapi orang jenggotan yang teriak² “kafir lu!”

Bukan celana cingkrang yang dibenci, tapi orang bercelana cingkrang yang teriak² “halal darah lu!”

Bukan Habib / turunan arab yang dibenci, tapi habib yang teriak² “bunuh!”

Berbudaya Arab tidak perlu disertai teriak², “Kafir lu!” , “halal darah lu!” , “Bunuh!”, itu namanya BUDAYA BRENGSEK.

Tidak ada orang yang suka dengan orang brengsek, apapun gayanya apapun budayanya.

BUKAN BUDAYA, TAPI PERILAKU

Jadi marilah kita “kearab-araban” yang sopan.. kita sopan orang pun segan. sudah hukum alam.

Bila kita sopan, jangankan Muslim, non muslim pun GARANSI akan cinta budaya Arab seperti Muslim banyak yang cinta budaya barat

Ana uhibbu Arabiya
I LOVE ARAB #Eh

Gus Permadi Arya
( Muslim Nahdliyin )

#IndonesiaBersatutolakDiadu

parade-bhineka-tunggal-ika-vs-aksi-411

sumber tulisan: catatan Gus Permadi Arya di Facebook

Baca juga: Ini dia Bedanya Aksi 411 dan Parade Bhineka Tunggal Ika

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil