Fenomena Islam vs Kristen dalam Kasus AHOK

Sebuah fenomena baru dari terjadinya kasus penistaan agama yg dituduhkan kepada Ahok ini, adalah terjadinya polarisasi yang semakin kuat antara penganut agama Islam yg maaf agak sedikit radikal-fundamentalis, dgn kubu penganut agama Kristiani yg merasa harus menjadi pembela Ahok (yang sayangnya hanya) dilihat dari sudut kesamaan agamanya oleh sebagian dari mereka itu. 

Fenomena Islam vs Kristen dalam Kasus AHOK

Ini terus terang tidak boleh terjadi. Polarisasi baik penentangan maupun pembelaan tidak boleh terjadi hanya didasarkan pada faktor kesamaan suku, adat, ras dan agama.

Ahok sendiri didalam kegilaannya serta kengototannya menerjang segala resiko yang membahayakan diri serta keluarganya itu, sebetulnya sedang berjuang utk menegakkan norma serta pranata2 sosial baru yang perlu ada didalam sebuah tatanan kehidupan modern, yaitu menafikan terjadinya pembatasan2 serta pengkotak2an berdasarkan SARA tadi.

Motivasi dibawah sadar Ahok itu tidak terbaca oleh orang² yang hanya terkesima dengan betapa beraninya ia menerjang arus yang ada di negara dan bangsa ini, apalagi di mata orang2 yg begitu membenci dan menginginkan berakhirnya karir bahkan mungkin ajalnya sendiri.

Ahok dalam keberaniannya hendak mematahkan paradigma2 lama yg sudah mendarah daging pada bangsa ini sejak kepemimpinan Soeharto, yakni seorang Cina yg Kristen tidak akan bisa menjadi pejabat publik di negara mayoritas muslim ini, apalagi menjadi seorang pembaharu yang sebetulnya sangat dibutuhkan oleh bangsa ini.

Didalam sepak terjangnya sendiri ia juga secara konsisten serta dengan komitmen yg tinggi tidak berpihak pada konglomerat² Cina papan atas dalam menegakkan peraturan2nya. Sedangkan dalam segi agama yg dianutnya sendiri ia malah berani “menista” agamanya sendiri tersebut dengan berkata bahwa agama kristen itu adalah agama paling konyol.

Sementara itu ia tampak begitu memperjuangkan kaum duafa dengan menggratiskan sekolah-sekolah dan rumah sakit, menggantikan tempat tinggal kumuh dengan rusun2 yang tertata dan bersih, lalu membangun mesjid2 dan memberangkatkan umroh atau haji para marbot yang selama ini terlewatkan dari perhatian para musafir yang bersholat di masjid² yang mereka urus, sehingga jelas terlihat keberpihakannya adalah kepada mereka yg membutuhkannya tanpa melihat asal-usul maupun agamanya.

Jadi maksud saya menulis panjang lebar  ini sebetulnya adalah
Buat teman² atau para pendukung Ahok yg beragama Kristen janganlah memperuncing kondisi ipoleksosbudhankamnas ini menjadi semakin lebih rumit dgn membawa² nama agama apalagi menyebut2 nama tuhan anda (Yesus) didalam komen² atau status² anda dalam rangka membela Ahok.

Ahok sudah menunjukkan sikap yg sangat egaliter dgn tdk memilih² kasih serta pembedaan perlakuan terhadap seluruh masyarakat yang ada.

Jika anda masih melakukan itu atau kedapatan oleh saya masih melakukan itu maka dengan sangat berat hati anda akan menghadapi saya dalam berdebat serta membahas soal kristologi dan anda akan menyesal kenapa harus berhadapan dgn saya.

Fenomena Islam vs Kristen dalam Kasus AHOK

Fenomena Islam vs Kristen dalam Kasus AHOK

diambil dari status Facebook MYusuf Stephan Sutan BagindoMudo

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil