Rezeki Anak Saleh

Memang ya kalau menjadi anak saleh, dimana-mana rezeki atau rejeki tetap akan mengalir kapan saja dan dimana saja: pagi, siang, petang, malam, di rumah, kantor, pasar, jalan, dlsb. Rezeki nomplok bisa diperoleh melalui jalan apa saja: jualan di pasar, ngamen di bus, nulis di kantor, ngajar di kelas, bertani di sawah, nanam di kebun, mancing di laut, atau bahkan demo di jalan. 

Ada lo orang-orang yang kerjaannya menakut-nakuti orang lain supaya mendapatkan rezeki nomplok tadi. Ada “oknum” jaksa, polisi, atau pengacara yang kerjaanya menakut-nakuti orang-orang yang sedang terkena masalah. Ada “oknum” debt collector yang kerjaannya menakut-nakuti orang berhutang supaya mau bayar utang itu. Ada “oknum” preman dan pemimpin ormas yang kerjaannya memalak pengusaha dan penjual toko.

Ada pula “oknum” ulama yang demen banget menakut-nakuti umat dengan siksa neraka dan azab kubur bagi orang-orang yang tidak memeluk agama ini-itu, tidak melakukan amalan ini-itu, tidak mematuhi aturan ini-itu, dlsb. Setelah sukses menakut-nakuti, mereka kemudian menganjurkan jamaahnya untuk beramal saleh dan sedekah di perusahaan atau lembaga miliknya supaya kelak bisa mulus masuk surga gitu he he.

Ada pula “oknum” ustad yang kerjaaanya menakut-nakuti perempuan jika tidak mau dipoligami, baik olehnya maupun oleh suaminya. Kata ustad unyu-unyu ini, jika perempuan menolak dipoligami, maka kelak ia tidak akan mencium bau surga dan bahkan akan nyemplung ke neraka. Sunah rasul gitu loh. Jamaah ohh jamaaah…

Jadi singkatnya, rezeki nomplok bisa datang dari mana saja: dari parpol, ormas, pemerintah, pengusaha, penguasa, aparat, umat, dlsb. Rezeki nomplok juga bisa diterima siapa saja, profesi apa saja: jaksa, hakim, pengacara, polisi, tentara, politisi, birokrat, wartawan, ulama, ustad, guru, mahasiswa, sampai tukang demo.

Manusia kan bukan malaikat yang konon tidak memerlukan makan-minum, tidak rakus dengan jabatan dan kekuasaan, tidak doyan duit, tidak suka korupsi alias maling uang rakyat, tidak hobi membohongi umat, tidak demen memanipulasi ayat, tidak suka memelintir dalil, tidak pernah mencaci-maki, tidak pernah menyuap dan disuap, tidak pernah membeli dan mengoleksi mobil-mobil mewah seperti Pajero-nya si dia he he, dan yang jelas tidak pernah demo di jalan-jalan.

demo-bayaran

pembagian angpaw di demo 4 November 2015

Manusia kan makhluk biasa yang lapar jika tidak makan, haus jika tidak minum, menangis jika sedih, tertawa jika gembira, dan seterusnya. Jadi wajar dong kalau mereka bergembira ria, “happy face”, jika tiba-tiba mendapat “rezeki nomplok” seperti sejumlah “pasukan demo” di foto atas. Ayo demo lagi supaya dapat “rezeki nomplok”. habis “takbeer” terus “take a beer” he he.

sumber: catatan Sumanto Al Qurtuby di Facebook

rezeki-anak-saleh

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil