Sejumlah Nama Orang yang Populer dan Tidak Populer lagi di Saudi

Setiap masyarakat memiliki tradisi tersendiri dalam pemberian nama kepada anak-anak mereka. Ada kecenderungan pemberian nama itu mengikuti perkembangan zaman dan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Maka tak pelak, nama-nama yang dulu biasa dan popular, kini tidak lagi umum dan ngetop lagi karena satu dan lain hal.

Sejumlah Nama Orang yang Populer dan Tidak Populer di Saudi

Di Jawa misalnya, dulu para orang tua di kampung-kampung biasa memberi nama anak-anak mereka Bejo, Slamet, Sugeng, dlsb. Kini, generasi baru “wong Jowo” cenderung memberi nama anak-anak mereka nama-nama yang kebarat-baratan biar dianggap keren atau kearab-araban biar dianggap religius.

Masyarakat Saudi modern juga sama. Ada sejumlah nama yang dulu populer dan umum dipakai, tapi kini tidak lagi atau jarang dipakai karena satu dan lain hal. Menurut murid-murid Saudiku, sejumlah nama yang kini susah ditemui misalnya Thalhah, Waraqah, Nu’man, Marzuq, Khandhalah, Rasyud, Ikramah, Ramadhan, Jum’ah (ini kalau di Indonesia: Pak Jum’at he he), Khamis (yang ini Pak Kamis), dlsb. Itu contoh untuk laki-laki. Nama-nama yang kini popular untuk laki-laki adalah Ahmad, Muhammad, Abdullah, Umar, Ibrahim, Ali, Hasan, Husain, dlsb.

Bagaimana untuk perempuan? Masih menurut murid-muridku, nama-nama perempuan yang tidak lagi populer di Saudi adalah Khatijah, Ruqayah, Zulaikha, Zaenab, Haya, dlsb. Nama-nama yang kini umum dipakai adalah Fatimah dan nama-nama “kreasi baru” seperti Watin, Latin, Tala, Lara, dlsb. Menurut mereka, rerubahan pemberian nama ini untuk mengikuti “trend” kontemporer. Sementara nama-nama seperti Khatijah, Zulaihah, Zaenab dan lain-lain dianggap “kuno” alias “kurang modern”.

Menariknya lagi, mereka tidak menganggap nama-nama Arab itu sebagai “nama Islami” atau untuk menunjukkan “identitas keislaman” kecuali nama-nama yang menggunakan tokoh-tokoh Islam seperti Muhammad, Umar, atau Ali. Pula, mereka menganggap semua itu hanya “nama [Bahasa] Arab” saja tidak ada sangkut-pautnya dengan kesalehan atau religiusitas seseorang. Menurut mereka, religiusitas itu ditentukan oleh perilaku bukan nama.

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil