Tentang Pilkada DKI 2017

Tentang Pilkada DKI 2017 – Postingan ini khusus untuk umat Islam warga “Jakardah” yang ngefans dengan Koh Ahok tapi bingung menyikapi simpang-siur pendapat para ulama dan tokoh Muslim mengenai boleh-tidaknya memilih pemimpin non-Muslim.

Tentang Pilkada DKI 2017

Ulama dan fuqaha (ahli fiqih atau Hukum Islam) berbeda pendapat mengenai masalah keumatan itu sudah biasa terjadi sejak zaman bahula. Jadi tidak usah bingung. Kalau terjadi perbedaan pendapat tentang suatu masalah, maka Anda tinggal pilih saja mana pendapat yang menurut Anda “lebih mantab”, “paling wokeh” dan paling membawa “manpaat” bagi kepentingan masyarakat banyak.

BACA JUGA: Para Pemimpin Kristen di Kawasan Muslim

Jadi umat Islam tidak usah bingungan. Yang penting madep mantep ikuti hati-nurani dan akal-sehatmu. Santai aja. Gitu aja kok bingung. Tapi kalau masih bingung dan ragu juga, maka saya sarankan jangan pilih Pak Ahok tapi pilih Pak Djarot saja. Beliau kan Muslim, jadi gak masalah milih dia. Dengan pilihan ini, maka Anda akan terhindar dari segala “jebakan teologis” dan perasaan berdosa.

Sekali lagi, ini hanya “berlaku” untuk kaum Muslim pendukung Ahok-Djarot saja lo. Kalau Anda mantepnya dengan Pak Anis juga silakan saja. Beliau orangnya juga baik, lemah-gemulai, tutur-katanya sopan, kata-katanya terstruktur rapi, persis seperti akademisi atau “wong kampusan” lah. Beliau ini khas seperti “dosen idaman” he he. Mau milih Mas Agus juga silakan. Dia juga orangnya (sepertinya) baik, sopan, gagah-perkasa, masih muda lagi. Kira-kira khas “perwira idaman” lah. Kalau Koh Ahok kan ya Anda tahu sendirilah, “khas gubernur idaman” gitu he he.

Anda boleh menjagokan siapa saja. Bebas mengidolakan siapa saja. Merdeka menjadi “cheerleader” kandidat siapa saja. Boleh memilih siapa saja. Yang penting rukun, jangan saling menghina, menjegal, dan mengolok-olok. Gak enak kan kalau didengar “tetangga sebelah” kalau kerjaanya berisik melulu kayak sopir bajaj. Menurut Cak Lontong: “Anda boleh setengah mati memuji istri/suami/pacarmu sendiri tapi jangan menjelek-jelekkan istri/suami/pacar orang lain.”

Tentang Pilkada DKI 2017

Tentang Pilkada DKI 2017

BACA JUGA: Pejabat Non-Muslim di Zaman Khilafah

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil