Kenapa Umat Islam Gampang Ngamuk?

Ini pertanyaan serius: “Kenapa Umat Islam Gampang Ngamuk?” Tentu saja tidak semuanya karena masih banyak kaum Muslim yang tetap mengedepankan “akal-pikiran sehat-waras” ketimbang ikut-ikutan arus gelombang kemarahan publik.

Kenapa Umat Islam Gampang Ngamuk?

Meskipun saya yakin banyak sekali publik Muslim yang sebetulnya tidak paham duduk persoalan atau akar-masalah kemarahan itu. Mereka hanya ikut-ikutan “para penggembala” mereka saja grubyak-grubyuk kesana-kemari. Buat mereka, yang penting modal teriak-teriak sambil bawa pentungan atau apa saja. Gak penting paham atau nggak masalah yang membuat mereka marah dan ngamuk itu.

Betapa mudahnya “mereka” digiring untuk membenci, mengolok-olok, dan bahkan menggeruduk umat tertentu, tempat ibadah tertentu, ormas tertentu, sekte tertentu, dan seterusnya. Mereka berargumen untuk “membela” Islam, Tuhan, Al-Qur’an, Nabi Muhammad dan sahabat, atau yang lain yang mereka anggap sebagai simbol identitas Islam dari “orang-orang luar” yang mencoba, menurut mereka, melecehkan dan menghina Islam.

Tetapi ironisnya, pada saat yang bersamaan mereka bolak-balik atau “kombak-kambek” menghina, melecehkan, menertawakan, dan merendahkan pengikut agama lain, kitab agama lain, tokoh-tokoh panutan agama lain, dan seterusnya. Mereka melakukan semua ini dengan riang gembira, suka rela, penuh keikhlasan, dan tanpa merasa berdosa secuilpun.

Umat Islam mengharamkan orang lain menghina agama mereka, tetapi ironisnya menghalalkan menghina agama lain. Bahkan dengan “pede”-nya menganggap Tuhan akan atau telah merestui aksi-aksi mereka (“merestui”, wudelmu bodong).

Jika kalian marah dihina, maka jangan menghina umat lain. Jika kalian merasa sakit jika dilecehkan, umat lain juga sama. Jika kalian mau dihormati umat lain, maka kalian hendaknya juga menghormati umat lain itu. Jangan seenak perutmu sendiri: minta umat agama lain menghormatimu tapi tidak pernah respek dengan umat agama lain itu.

Beragamalah dengan akal-pikiran yang waras dan dengan hati-nurani yang jernih, bukan dengan ego dan nafsumu. Jadilah umat beragama (apapun agama kalian) yang cerdas dan dewasa, bukan yang “bahlul” dan kekanak-kanakan nanti malah malu-maluin citra agama kalian dan “reputasi” Tuhan kalian,

sumber: catatan Sumanto Al Qurtuby di Facebook

5 Artikel terakhir di Blog Semakin Rame

Yuuk langganan Blog Semakinra.me

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Komentarin gan!


Categories: Catatan Kecil