Sajak-Sajak Cinta Terindah untuk update status FB agan

Sajak-Sajak Cinta Terindah –  jika agan membutuhkan contoh puisi cinta bernada rindu dan galau, ambil dari sini aja gan. bisa agan tiru atau modifikasi sesuka hati 😀

Contoh Sajak-Sajak Cinta Terindah

mencintaimu, adalah setia berbagi
dalam ratap dan tawa, menerima segala tiba
meski aku ngerti kau suka nakal dan berdusta
mencintaimu, adalah ridlo lepasin lini samudera
tak berbatas

 Sajak-Sajak Cinta Terindah

 tutup kembali ruang sunyiku, pekik kupu kupu sambil
melepas helai demi helai sayap halusnya
kilau cahya ini kelewat menyengat
dan duri duri mawar kelewat nyeri menggores nadi
biarkan aku diam, terayun di kepompong sunyi
sambil mereka reka derai musim yang berhembus
dari seberang lautan
kelak, jika perahu itu benar tiba
kembali bakal kumekarkan klopak sayapku
agar mengepak lembut songsong kehadiranmu
 merataplah dengan ronta sukma lukamu
tapi jangan lelehkan air mata
bumi padang haus sahara
tandus cinta berbunga dusta
meskipun wajahmu
tak secantik
bidadari yang
kuinginkan

tapi laramu mendekap
dalam laraku
seiring katamu
seirama dengan
kataku

helai nafasmu
bersatu dengan nafasku
di kala kubersemedi
dalam relungmu

dikala dagingku
bersemayam dalam
jasadmu
aku pun tak akan
berpaling sepanjang
dunia tak hancur
ditelan rayap
keropos sampai
akhir tahun

 ada yang slalu menghilang
saat aku tiba
engkaukah itu yang menyulut
kedamaian kangenku
dengan cemburu?
 biarkan buih ombak itu mengekal di gigir karang
memukat kilau rembulan
makasih : lena panjangku terjaga
oleh kangen dan keridloan cintamu
kelak, jika musim kakawin itu benar tiba
kembali bakal kumekarkan klopak sayapku
agar mengepak lembut songsong kehadiranmu
 Diantara rintik grimis..
Dahaga ..tuntas lepas..
Pekik lirih isak manja..
Lepas tak terbatas..
Bukan siapa atw kenapa..
Biarkan sejenak bahagia…
Bisik mesra gulita malam..
Geliat resah…kerinduan..
 Cemburu..
Membuat rindu..
Hanya CINTA..
Merubah cerita…
Bulir air mata..
Membasuh luka..
Mendekap hangat..
Asmara jiwa
Merajuk..lirih…
Rengek ..manja…
Senandung Rasa..
Memeluk erat..
Tanpa Prasangka…
Saat kau dan aku..
Tak ber’jeda…
Hening tanpa kata..
Desah yg mereda…
 Tetes hujan seharian membasahi bumi
Melarutkan debu di jiwa yang menggeletar
Dingin menusuk hati yang gersang
Merindu….
yang teriris, cinta apa jiwamu?
selepas gerimis
klopak kangenmu merona
di cendela sukmamu
yang letih kerna lama teronggok di ruang tunggu

saat kau singkap lembar harimu
ada yang tersisa
cercah harapan di lubuk setiamu

 kusapa sunyimu
dengan kangen dan cemburu
mengertikah engkau?
 bagaimana aku bisa menolak anggur
yang kau tuang dengan tangan tangan kasihmu
sekalipun aku mengerti jiwaku akan terbakar olehnya?
kau tullis pesan di balik kaca buram
oleh tetes air mata
kisahmu : tlah kupertaruhkan jiwa
sibak lembar demi lembar mega mega
lampaui benua, gigil musim dan aroma letih kerja

tapi diam diam kaupungut satu demi satu tetes air mata itu
memercikkan beningnya di luka cintaku
pedihnya, pedihnya

engkau menyelam ke dasar palung
berharap ujung jari kaki tanganmu
menyentuh mutiara
yang ditaburkan gelombang

nafasmu bagai menara ikan paus
cinta tlah berbaur amarah dan kesumat masa lalu

meski angin tak bersahabat
engkau terus menyelam ke dasar palung
tak peduli pori kulitmu mengelupas
dan tanduk bunga karang menggoreskan
nganga lula
tembus ke lubuk jiwa

masuklah ke dalam tubuhku, bisik kabut
pada derai gerimis yang turun di ranting senja
engkau akan temukan sukmaku menggigil, merintih
mengeratkan genggaman tangan ke dada
sambil menyebut namamu bagai tangis bayi
yang terjaga di senyap malam

aku letih, tapi kakiku tetap harus berjalan
meretas belukar, mengemas duri duri mawar
bagi geliat cemburu yang menyembilu di dada
aku letih, tapi jejakku belum sampai
dan muara yang kurindu belum juga terlihat
terhijab gelugut daunan
aku letih, dan malas bermimpi tentang jejak sepasang kaki
kekasih di bawah kilau rembulan

 please, diamlah
ingin kuterka geliat sukmamu
yang meretas kabut kangenku
 secangkir kopi, atau segelas teh
kangen aku, jemari lentikmu yang meraciknya
lantas kau sajikan di meja kerjaku
sebagai pembuka matahari
kapan ya.. semua ini tak sekadar mimpi

kupeluk engkau dengan jiwaku
agar gigil musim tak membuat darah
dan cintamu beku

Sajak-Sajak Cinta Terindah

Sajak-Sajak Cinta Terindah

5 Kata-kata terakhir di Blog Semakin Rame

[blog_subscription_form]

Sajak-Sajak Cinta Terindah

Komentarin gan!


Categories: Status Galau

Tags: