Kata Rindu Puitis untuk Kekasih Idaman (part 2)

Kata Rindu untuk Kekasih – bahwa rindu ini menggelegak hanya untukmu. biarlah kau tahu dalam penggalan aksara ini yg kutuliskan di dinding pertemanan kita. semoga mampir ke sanubarimu dan temu menjadi kenyataan <3

Kata Rindu untuk Kekasih

part 3 baca disini

Kata Rindu untuk Kekasih

Di perjalanan yang menyusuri angan, kemilau serupa rindu yang ingin kutuju. Samar; tiada harap di kesendirianku

Kata Rindu untuk Kekasih <3

Terlintas sketsa senyum rindu, membayang pada kepulan asap kopi. Sepertinya, lelapku bakal terhenti, sebab mimpi tak kutemu seindah ini.
Di jalanan sendiriku tertatih. Lenteramu, kilau yang menutupi. Pandang terhalang rindu yang meng-asam hati
Di pekik hening, kita yang tumbang di hempas sepi. Sebab cinta mencinta sendiri, rindu pun tubir di tebing mimpi
 Pada lembar kenang, sunyi menyambangi puisi. Sebab kita yang tertakdir, dikarenakan beda yang tak pernah mangkir
 Di penghujung siang, kucoba berlabuh pada pahitnya kopi, yang kuseduh dengan asa berkali-kali. Harap rindu tak semanis janji
 Jangan pernah jadi siapapun “bisikmu? Karena kau adalah keindahan yang terpendam
Pada bait-bait puisi cinta, rindu sendu mencumbu semesta. Lirik-lirik lagu membuai sukma, mengalun serupa pedang menusuk dada.
Telah kubisikan pada desir angin, rinduku biar menemuimu yang entah. Di sini; dambaku, tetap pagi dengan gelayut embun
 Kita dua–satu kata; cinta. Kamu–aku dua yang berbeda; ialah rindu yang menjarakkan cinta.
Ingin kubuktikan rasa ini, pada semesta juga pada yang bernyawa. Meski tak akan terbalas; cukuplah rindu tak merintikkan sepi.
  Heii, kamu? Kita; ke kedai yuk? Ku traktir kau minum kopi, bersama harum kenangan tersaji. Sejenak, kita gugurkan klorofil rindu yang suri
 Di hati mati, di mata buta. Rindu di hati, kian ber-kelana.
Pada hujan kutitip rindu, kubiar ia menemuimu yang entah. Di sini, dambaku tetap pagi dengan gelayut embun
Kasih, saat kau begitu jauh bayanganmu semakin jelas, biarpun jari tiada merengkuh, kau masih disisi tiada lepas.
Di lintang desau, angin menghembus garang. Gendang imaji riuh menabuh, kerontang siang peluh menarikan perayaan
 Pada kenang, kusebut kau cinta tak termiliki. Biarlah rindu kujadikan istri. Sebab harta penghalang hati
barangkali mata pandang. Bukan mata hati, sedang mata kaki slalu melangkah untuk menujumu. 🙂
Desah nafas membelit keinginan, hembuskan hasrat cairkan kerinduan. Ku liukkan tangan mengukir kanvas, sembari menggaris setitik harapan
Dia? begitu indah, tak pandai bermadah. Namun, aksaranya sering membungkam lidah. Semoga, kau kekasih terindah
Meski sepiring nasi, semangkok sup yang kau hidang untukku. Itu sudah cukup kau menjadi ibu asam-garam dalam rumah tanggaku
Kau bagaikan udara yang membantuku, di helaan nafas kaulah satuku. Tapi maaf, aku lebih memilih Tuhanku; Esa
 Bahagia itu sederhana; meski sesingkat senja. Mari sejenak, kekalkan diri padaNya. Menghamba tiada selain Sang Pencipta

Berharap pagi segera menjelma. Seakan jera dengan rintihan embun malam ini. Desahmu puan; Gelora rindu

5 Kata-kata terakhir di Blog Semakin Rame

[blog_subscription_form]

Kata Rindu untuk Kekasih

Komentarin gan!


Categories: Kata Rayuan

Tags: