Status Facebook Puitis Rindu dan Sayang pada gebetan

Status Facebook Puitis – ingin menuliskan status-status rindu yg puitis bak pujangga? baca deh artikel ini dan sila dikopi paste sepuasnya oleh agan. kami akan terus hadir dengan status-status puitis seperti ini, so stay tune!

Status Facebook Puitis

Status Facebook Puitis

 Status Facebook Puitis

 sibakkan saja kelabu itu. Tak usah kau puja, cukup kau temui aku, bahwa rindu ini butuh temu, tempat gumam hati yang beku

 Aku mencintaimu? Sebab ada Tuhan dalam dirimu. Rindu padamu karena Tuhan bersamamu. Karena aku cinta yang rindu pada Tuhannya

 Di setiap kerinduanku memiliki tema, bahkan dalam tiap jeda rindu yang tiada. Sebab; kamu adalah alasan di balik segalanya

 Aku tak pandai merangkai kata, hanya mengasah otak yang menua, agar tak buntu menemui dunia. Sebab; di jalan setapak saja punya banyak rindu yg bercerita

 Aksara apalagi yang bisa kurangkai, semua rasa di hati tlah tersulami. Seiring waktu bergulir, di sini tak enggan sapamu selalu kunanti

 Kenanganmu? Kini menjadi kenangan tak ternilai, meski hanya khayalan terpetik, biarlah cinta kudekap disetiap detik

 perihal rasa, siapalah yang tahu, yang kukenal hanyalah rindu sepanjang waktu kepadamu

 aah.. makin penasran dgn rindu yg kau uja dibelantara katamu… Hanya memujamu membuat semakin berarak rindu diatas anganku..

  Raut bayanganmu nan manja menerpa ditiap sudut yang sepi Kulirihkan namamu dilangit biru kenang suaraku yang berharap rindu

 Cinta kita ialah jarak, tempat rindu membentang. Karena cemburu pilihan setia, maka dewasakan sikap

 Hatiku berdegup sendu, rindu terlontar di sudut yang suram, hujanpun datang menghujam, gigil; seakan tiada tempat untuk bergumam

 Ku hirup semilir pagi, mendesir merasuk nadi, sejukmu hawa pagi, menjadi desah semangat diri

 tak usah kau tangisi puan? Sebab gerimis ialah penenang kesepian, sujudkan saja keningmu pd senja, menantikan maghrib tuk berdoa

 Kau monas di indonesiaku. Bersamamu, enggan tintaku menetes sebagai puisi abu-abu

 kenangmu pelindap ingatan, tiada tempat bagiku berbagi fikiran, cukup kau seorang yg ku idamkan, bidadariku sepanjang zaman

 Di sini, ku terus bertahan akan rasa, meski kau hadir dalam era dunia berbeda, di manapun kau berada, cinta; kutuntun kepadamu saja

 Di malam yang hujan, kenangan serupa air yang mengubang, menggenangi ingatan, percikkannya sampai ke mata, hingga meneteskan di pipi

 sejak rentang di batasi jarak, sejak jarak tak bisa menyatu. Itulah rindu, serupa hantu membayangi, menari” di pelupuk mata

 Cukuplah luka, jangan menangis untukku, biarkan saja perih menyedihkannya, akan kucarikan jalan untuk memaafkanmu

 Hujan yang gemercik itulah sedu tangisku, saat sepi menyelimuti nadi, saat sunyi menjadi diri, hingga terpuruk hati dalam lamunan hari

 Di ujung malam, terdengar di luar kamar ada yang berdendang, ialah hujan yang menjemput kenang, bekukan ingatan ke masa silam

 Kurasakan adamu menjelma, di senja yang hampir menua. Biar raga kian renta, kasihku takkan pudar untukmu selamanya

Sejati tak harus di sisi. Kepergian pun tak harus di tangisi. Sebab; doa dari yang terkasih, ialah kawan diri kemana pergi

Status Facebook Puitis

Status Facebook Puitis

5 Kata-kata terakhir di Blog Semakin Rame

[blog_subscription_form]

Status Facebook Puitis

Komentarin gan!


Categories: Kata Rayuan

Tags: